Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 18:10 WIB

Revolusi Rumah Pintar: Samsung Perkenalkan Bespoke AI 2026 di CES 2026

Author

Revolusi Rumah Pintar: Samsung Perkenalkan Bespoke AI 2026 di CES 2026

Samsung mencuri perhatian di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 dengan menghadirkan inovasi terbaru bernama Bespoke AI 2026.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Perangkat ini bertujuan untuk menjadi mitra cerdas di rumah yang mampu memahami dan memenuhi kebutuhan sehari-hari penggunanya.

Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Perangkat Rumah Tangga

Samsung menegaskan bahwa inovasi kecerdasan buatan kini menjadi pusat dari pengalaman rumah pintar. Melalui integrasi dengan platform SmartThings, berbagai perangkat seperti kulkas, mesin cuci, dan televisi dapat terhubung dan berkomunikasi satu sama lain.

Dukungan fasilitas kamera, layar, dan pengenalan suara Bixby memungkinkan perangkat tersebut untuk memahami dan merespons aktivitas penghuni rumah.

Dengan demikian, perangkat tidak hanya sekadar alat yang pasif, tetapi dapat memberikan rekomendasi dan solusi yang relevan berdasarkan kebiasaan pengguna.

Strategi Regional Samsung dalam Peluncuran Bespoke AI 2026

Dalam presentasi di CES, Samsung menunjukkan strategi yang berbeda untuk setiap wilayah pasar. Di Amerika Utara, fokus utama adalah pada peluncuran perangkat baru seperti Bespoke AI Laundry Combo dan paket dapur pintar.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR

Sementara itu, di Eropa, efisiensi energi menjadi perhatian utama, di mana perangkat diklaim lebih hemat hingga 65 persen dibandingkan standar minimum kelas A.

Permintaan tinggi dari solusi laundry dan pendingin ruangan di Amerika Latin menunjukkan respons pasar yang beragam terhadap teknologi baru ini.

Minat terhadap ekosistem rumah pintar juga terus bertumbuh di Asia, khususnya dengan fitur lokal seperti dukungan bahasa regional dan mode hemat energi yang diperluas.

Komitmen Samsung untuk Masa Depan Teknologi Rumah Pintar

Samsung berencana untuk memperluas penerapan teknologi AI ke sektor lain, termasuk sistem HVAC, rumah modular, dan layanan berbasis asuransi untuk perawatan rumah.

Komitmen terhadap kolaborasi terbuka dan dukungan perangkat lunak jangka panjang menjadi bagian dari strategi perusahaan.

Kehadiran fitur hemat energi di pasar Indonesia dipandang penting untuk efisiensi listrik nasional.

Dukungan terhadap bahasa lokal diharapkan mempermudah interaksi pengguna dengan teknologi tersebut, sehingga dapat lebih cepat diterima oleh masyarakat.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU