Perwakilan Denmark dan Greenland di Washington melakukan upaya diplomatik untuk meyakinkan pemerintah AS, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, untuk menghentikan rencana pengambilalihan Greenland.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kemungkinan penggunaan kekuatan militer AS untuk menguasai pulau strategis tersebut.
Upaya Diplomatik Intensif
Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Møller Sørensen, dan Jacob Isbosethsen, kepala perwakilan Greenland, bertemu dengan pejabat Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih pada tanggal 8 Januari. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan kekhawatiran terkait rencana Presiden Trump yang mengusulkan penguasaan Greenland.
Dalam diskusi tersebut, para diplomat membahas kembali pernyataan Trump yang menyatakan bahwa kepemilikan Greenland lebih penting dibandingkan hanya melalui perjanjian sewa. Pejabat pemerintah Denmark yang tidak diungkapkan identitasnya juga mengkonfirmasi bahwa pertemuan ini mencakup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Pernyataan Trump dan Reaksi Global
Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump menekankan bahwa 'kepemilikan memberi Anda sesuatu yang tidak bisa didapat dari sewa atau perjanjian.' Pernyataan ini menimbulkan reaksi kritis dari pemimpin dunia, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menyatakan bahwa pernyataan tersebut menunjukkan 'hukum yang kuat menindas yang lemah.'
Wakil Presiden JD Vance juga menekankan pentingnya Greenland bagi keamanan nasional AS. Ia menggarisbawahi bahwa 'para pemimpin Eropa harus menanggapi Presiden Amerika Serikat dengan serius,' sambil berharap agar Denmark meningkatkan upaya keamanan di wilayah tersebut.
Kemandirian Greenland dan Kedaulatan
Politisi Greenland, Aaja Chemnitz, menyatakan bahwa banyak warga Greenland merasa bahwa diskusi mengenai nasib mereka dilakukan tanpa keterlibatan mereka. 'Kami punya prinsip tegas di Greenland, No discussions about Greenland without Greenland,' ungkap Chemnitz kepada Associated Press.
Dukungan terhadap kedaulatan Greenland semakin menguat di Eropa, dengan berbagai pemimpin negara menyatakan bahwa keputusan mengenai Greenland harus melibatkan suara rakyatnya. Hal ini mencerminkan keinginan Greenland untuk memperkuat kerjasama internasional dengan dasar saling menghormati.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: