Rabu, 07 JANUARI 2026 • 17:54 WIB

Kekhawatiran Islamofobia Meningkat di Australia Pasca Serangan Teror di Bondi

Author

Kekhawatiran Islamofobia Meningkat di Australia Pasca Serangan Teror di Bondi

Setelah serangan teror yang terjadi di Bondi pada 14 Desember, meningkatnya insiden Islamofobia menjadi perhatian serius di Australia, khususnya di New South Wales.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Khalil Yang, anggota komunitas Muslim di Minto, menyatakan bahwa rasa takut dan kekhawatiran di kalangan anggota jemaah menjadi semakin nyata.

Meningkatnya Ancaman Terhadap Komunitas Muslim

Setelah terjadinya serangan, Masjid Minto mengambil langkah-langkah perlindungan tambahan untuk anggota jemaat mereka dari potensi serangan vandalisme.

Dewan Imam Australia mencatat bahwa ada peningkatan hingga 200 persen dalam laporan tentang ancaman anti-Muslim yang diterima oleh pihak mereka.

Data terbaru menunjukkan setidaknya sembilan masjid mengalami ancaman serius, yang memaksa keterlibatan pihak kepolisian untuk menjaga keamanan.

Masyarakat Muslim yang mengenakan hijab juga melaporkan meningkatnya ketakutan akan serangan pribadi di tempat umum.

Reaksi Terhadap Serangan dan Ancaman di Melbourne

Di Melbourne, komunitas Muslim melaporkan ancaman baru, termasuk email kebencian yang menyebut Islam sebagai 'sekte kematian.'

Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan

Selima Ymer dari Albanian Australian Islamic Society menjelaskan bahwa ini mencerminkan dampak dari serangan di Bondi.

Ia menyatakan kekhawatirannya mengenai kemungkinan terjadinya insiden serupa di Melbourne, merujuk pada penembakan tragis di Christchurch pada tahun 2019.

'Kita selalu takut akan insiden serangan ke masjid seperti Christchurch,' ujarnya, mencerminkan tren global dalam kekerasan terhadap komunitas Muslim.

Tindak Lanjut dan Upaya Pencegahan

Meningkatnya ancaman Islamofobia mendorong komunitas Muslim dan masjid untuk mengecam tindakan terorisme serta menyatakan solidaritas dengan komunitas Yahudi.

Dewan Imam Australia menekankan bahwa ideologi ISIS tidak mewakili ajaran Islam yang sebenarnya.

Organisasi Muslim juga menyuarakan keprihatinan mengenai potensi balas dendam dari masyarakat terhadap anggota komunitas mereka.

Pakar kontra-terorisme, Greg Barton, menyatakan perlunya memperkuat pemahaman tentang Islam di kalangan masyarakat untuk mencegah Islamofobia.

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU