Kasus influenza di Amerika Serikat kini mencapai level tertinggi dalam 25 tahun terakhir dengan hampir semua negara bagian mengalami peningkatan yang signifikan. Varian baru influenza A (H3N2) subclade K, yang sering disebut 'super flu', menjadi pemicu lonjakan ini.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kunjungan ke dokter karena gejala mirip influenza mencapai 8,2 persen pada pekan terakhir tahun lalu. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan 6,7 persen pada periode yang sama musim sebelumnya.
Kondisi Kesehatan Masyarakat di AS
Ahli epidemiologi dari Johns Hopkins Center for Health Security, Dr. Caitlin Rivers, menggarisbawahi bahwa 'Ini jelas tahun yang sangat berat. Kita belum pernah melihat kondisi seperti ini setidaknya dalam dua dekade terakhir.' Pernyataan ini mencerminkan betapa mendesaknya kondisi kesehatan masyarakat saat ini.
Banyak wilayah di AS masih berada di fase puncak penularan yang semakin membebani layanan kesehatan. Di Massachusetts, otoritas kesehatan melaporkan tekanan yang sangat serius di rumah sakit yang kesulitan menangani lonjakan jumlah pasien, khususnya di kalangan anak-anak yang mengalami kondisi parah.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Dampak Lonjakan Kasus Influenza
CDC memperkirakan bahwa sekitar 11 juta orang telah terinfeksi flu musim ini, dengan 120 ribu pasien dirawat di rumah sakit dan sekitar 5.000 orang meninggal dunia. Angka kematian ini termasuk sembilan anak, menunjukkan dampak serius dari lonjakan ini.
Para pakar mencatat bahwa lonjakan kasus ini tidak biasa, terlebih setelah musim flu tahun lalu yang juga berat. 'Kami melihat anak-anak sakit parah, keluarga yang kehilangan orang tercinta dan rumah sakit yang berada di bawah tekanan kapasitas,' ujar Komisioner Kesehatan Publik Massachusetts, dr. Robbie Goldstein.
Strategi Vaksinasi dan Pencegahan
Di tengah krisis ini, para ahli mendesak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi sebagai langkah pencegahan yang penting. Dr. Michael Osterholm dari University of Minnesota menjelaskan, 'Jika belum divaksin, lakukan sekarang. Jangan menunggu.'
Namun, CDC juga mencatat adanya tren penurunan tingkat vaksinasi flu di antara anak-anak dan orang dewasa, yang dapat memperburuk situasi ini. Meskipun vaksin flu tidak sepenuhnya mencegah infeksi, sudah terbukti dapat melindungi dari sakit berat dan kematian.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: