Selasa, 06 JANUARI 2026 • 11:30 WIB

Antusiasme Pengunjung Planetarium Taman Ismail Marzuki Mendorong Usulan Penambahan Kuota

Author

Antusiasme Pengunjung Planetarium Taman Ismail Marzuki Mendorong Usulan Penambahan Kuota

Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta kembali dibuka dan menarik banyak pengunjung, mendapatkan respon positif pasca 13 tahun ditutup. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Taufik Zoelkifli, mendorong penambahan kuota pengunjung harian untuk memenuhi permintaan yang tinggi.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Dengan harga tiket terjangkau antara Rp 5.000 hingga Rp 12.000, masyarakat berbondong-bondong antre untuk mendapatkan pengalaman edukatif. Taufik menyoroti perlunya perbaikan sistem tiket dan peningkatan jam operasional agar lebih banyak warga Jakarta bisa menikmati fasilitas ini.

Pembukaan Kembali Planetarium dan Respons Masyarakat

Planetarium di Taman Ismail Marzuki resmi dibuka kembali pada 25 Desember 2025, dan langsung menarik perhatian masyarakat. Dari pagi hari, antrean panjang sudah terlihat di depan lokasi untuk membeli tiket.

Tiket untuk setiap sesi habis terjual dengan sangat cepat, baik melalui penjualan daring maupun metode pembelian langsung. Masyarakat tampak antusias dan rela mengantri demi mendapatkan kesempatan memasuki tempat yang sudah lama ditunggu-tunggu ini.

Taufik Zoelkifli menjelaskan, "Planetarium itu harganya cuma Rp 5.000 sampai Rp 12.000 dan kemudian masuknya ke TIM juga gratis. Jadi hanya bayar untuk Planetarium dan paling parkir."

Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing

Usulan Penambahan Kuota dan Evaluasi Sistem Tiket

Dengan tingginya permintaan terhadap Planetarium, Taufik mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan peningkatan kuota pengunjung. Usulan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan lebih banyak bagi warga yang ingin berkunjung.

Taufik juga menyarankan penerapan sistem pengaturan kunjungan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga setiap warga hanya bisa mengunjungi satu kali dalam sebulan. "Sehingga kemudian kita bisa memberikan kesempatan yang sama untuk warga Jakarta ingin melihat fasilitas wisata edukatif," ujarnya.

Fasilitas ruang khusus bagi kunjungan sekolah juga diusulkan agar siswa dapat belajar di dalam planetarium tanpa harus bersaing dengan pengunjung umum.

Harapan untuk Pengelolaan yang Lebih Baik

Rany Mauliani, Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, juga menunjukkan kegembiraannya terhadap antusiasme masyarakat untuk mengunjungi Planetarium. Ia mengenang pengalaman masa kecilnya saat mengunjungi tempat tersebut, yang dianggapnya sebagai sumber pengetahuan dan hiburan.

Rany mengajak pihak pengelola untuk melakukan evaluasi terkait alur kunjungan agar antrean panjang dapat dihindari di masa yang akan datang. Ia berharap, "Agar semua pelajar di Jakarta berkesempatan melihat keindahan Planetarium dengan mudah, mungkin bisa dibuat hari khusus pelajar atau rombongan dari sekolah-sekolah."

Dengan pengaturan yang lebih baik, diharapkan pengunjung umum tetap dapat menikmati Planetarium tanpa harus berbenturan dengan rombongan pelajar.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU