Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 yang bertujuan untuk mengatur penyelenggaraan pendidikan di daerah yang terdampak bencana.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Melalui langkah ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik merupakan prioritas utama dalam setiap kebijakan pendidikan.
Kebijakan Utama: Keselamatan di Atas Segala-galanya
Surat Edaran yang diterbitkan oleh Kemendikdasmen menekankan pentingnya keselamatan warga satuan pendidikan. Menurut Abdul Mu'ti, 'Pendidikan tidak boleh terhenti akibat bencana. Namun, keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.'
Ini menunjukkan bahwa meskipun pendidikan harus tetap berlangsung, yang paling penting adalah memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran.
Kemendikdasmen juga memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan untuk menyesuaikan metode pembelajaran sesuai dengan tingkat dampak bencana di berbagai wilayah.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika
Metode Pembelajaran yang Adaptif
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa ada beberapa aspek yang perlu disesuaikan dalam pembelajaran, termasuk metode dan waktu pelaksanaan. 'Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan pendidik, peserta didik, serta dukungan dari orang tua dan pemerintah daerah,' jelasnya.
Dengan adanya alternatif pembelajaran ini, Kemendikdasmen mendorong penggunaan metode pembelajaran yang lebih fleksibel, seperti pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh.
Tujuannya adalah untuk menjaga kualitas pendidikan yang tetap optimal, bahkan dalam situasi yang penuh tantangan.
Dukungan Psikososial bagi Peserta Didik dan Pendidik
Dalam surat edaran tersebut, dukungan psikososial bagi peserta didik dan pendidik yang terdampak bencana menjadi fokus utama. Kemendikdasmen mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pemulihan mental dan emosional.
Mu'ti juga meminta kolaborasi dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk mendukung pemulihan pendidikan di daerah yang terdampak. 'Kami berharap semua pemangku kepentingan dapat saling bergotong royong untuk memastikan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi peserta didik,' tutupnya.
Secara keseluruhan, langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang mendukung pemulihan pendidikan pascabencana.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: