Senin, 05 JANUARI 2026 • 16:31 WIB

Pengamanan Ketat untuk Ibadah Natal Nasional 2025 di GBK

Author

Pengamanan Ketat untuk Ibadah Natal Nasional 2025 di GBK

Polres Metro Jakarta Pusat menugaskan 916 personel gabungan untuk memastikan keamanan Ibadah Natal Nasional 2025 di Tenis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Langkah tersebut diambil untuk menjamin kenyamanan bagi para jemaat yang ikut merayakan perayaan penting ini.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, menegaskan komitmen mereka dalam memberikan pelayanan dan rasa aman. Jemaat juga diimbau untuk tetap waspada akan potensi tindak kejahatan serta menjaga barang berharga masing-masing.

Pelaksanaan Ibadahdan Pengamanan

Ibadah Natal Nasional direncanakan dimulai pada sore hari tanggal 5 Januari 2026. Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan pengawalan oleh petugas yang telah menjalani pelatihan khusus.

Kapolres Reynold menekankan, "Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kami yang akan beribadah Natal. Pelayanan ini kami laksanakan dengan tulus ikhlas, penuh rasa hormat." Kehadiran petugas diharapkan dapat meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang beribadah.

Pihak kepolisian juga merencanakan patroli aktif di sekitar area untuk merespons laporan jemaat yang membutuhkan bantuan. Pengamanan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran selama pelaksanaan ibadah.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Imbauan terhadap Jemaat dan Masyarakat

Kapolres juga mengingatkan para jemaat untuk lebih waspada terhadap potensi kejahatan seperti jambret dan copet. "Apabila membutuhkan bantuan atau mengalami gangguan kamtibmas, segera hubungi pusat layanan (call center) 110 atau petugas kepolisian terdekat," ujarnya.

Jemaat diimbau untuk tetap waspada, terutama dengan meningkatnya aktivitas di lokasi GBK. Selain itu, masyarakat yang melintas diminta untuk memilih jalur alternatif guna menghindari potensi kemacetan di area tersebut.

Kehadiran Polisi sebagai Pelindung Masyarakat

Kapolres Reynold menjelaskan bahwa kehadiran aparat bukan hanya sebagai tugas negara, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. "Kami ingin kehadiran petugas benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan sahabat masyarakat," ungkapnya.

Seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan tidak dibekali senjata api untuk menunjukkan komitmen Polri dalam menghadirkan rasa aman yang bersahabat. "Kami tekankan sikap santun, ramah, serta siap membantu jemaat kapan pun dibutuhkan," tambahnya.

Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan aparat keamanan, terutama selama momen perayaan keagamaan seperti Natal.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU