Pembunuhan MAHM yang berusia sembilan tahun di Cilegon mengungkapkan motif ekonomi yang kelam di balik tragedi ini. Pelaku, HA, awalnya berniat mencuri, namun situasi berujung pada tindakan pembunuhan karena terpergok oleh korban.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Motif tersebut diperkuat oleh laporan dari pihak Kepolisian, yang menyatakan bahwa pelaku terjerat dalam masalah finansial serius. Kombes Pol Dian Setyawan menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan akibat dari tekanan ekonomi yang dialami HA.
Latar Belakang Kasus
MAHM adalah anak dari Maman Suherman, anggota dewan pakar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon. Pembunuhan yang terjadi di Perumahan BBS III ini menjadi sorotan publik, terutama karena latar belakang politik orangtua korban.
Awalnya, HA mencoba mencuri di rumah tersebut. Namun, ketika aksinya terungkap, ia merasa terdesak dan melukai korban dengan pisau.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan
Motif Ekonomi Pelaku
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, menjelaskan bahwa pelaku mengalami tekanan dari sisi finansial. "Yang bersangkutan ini melakukan aksinya karena dilatarbelakangi motif ekonomi," ungkapnya.
Investasi yang dilakukan HA di bidang saham kripto seharusnya menjadi solusi, tetapi malah meminta bayaran. Dengan modal Rp 400 juta, ia sempat meraih untung, tetapi kemudian mengalami kerugian besar, yang berakibat fatal.
Kesulitan Finansial dan Dampaknya
Setelah menderita kerugian besar, HA berusaha mencari jalan keluar dengan meminjam uang. Salah satu utangnya mencapai Rp 700 juta dari Bank Mandiri, menambah beban yang sudah ada.
Masalah ini semakin diperparah dengan kondisi kesehatan HA yang buruk, yakni kanker stadium 3, yang memerlukan pengobatan rutin. Kombinasi dari tekanan mental dan finansial menciptakan situasi yang sangat sulit baginya.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: