Pengunjung Planetarium Jakarta mengungkapkan kekecewaan terkait sistem antrean yang tidak teratur saat pembelian tiket on the spot (OTS). Banyak yang harus menunggu lama tanpa kepastian bisa menyaksikan pertunjukan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Pihak pengelola merespon keluhan ini dengan menjelaskan bahwa lonjakan pengunjung melebihi kapasitas yang ada, meskipun telah menerapkan sejumlah peraturan untuk menghindari praktik calo tiket.
Kekecewaan Pengunjung atas Ketidakpastian Tiket
Awal tahun 2026 seharusnya memberikan harapan baru bagi pengunjung Planetarium Jakarta, yang telah kembali beroperasi sejak 1 Januari. Namun, harapan itu sirna ketika mereka mendapati antrean panjang dan ketidakpastian mendapatkan tiket.
Tyas, salah seorang pengunjung, menyampaikan kekesalannya, 'Udah ngantri tapi nggak adil karena antreannya udah nggak bener. Dari awal, manajemennya udah nggak jelas.' Ucapan ini mencerminkan kurangnya keteraturan dalam sistem antrean yang membuat pengunjung merasa tidak nyaman.
Di sisi lain, Solikhin juga mengalami hal yang sama setelah meninggalkan antrean untuk shalat Jumat. Ketika kembali, ia menemukan antrean yang kacau, 'Kita tuh dari di sana tadi pagi di ujung sana, sampai ke sini kirain malah rapi, malah tambah chaos.'
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Masalah Praktik Calo dan Antrean yang Tidak Tertib
Tyas melanjutkan keluhannya dengan menyoroti perilaku beberapa pengunjung yang menyelak antrean, serta isu pemalsuan nomor antrean. 'Harusnya sesuai SOP-nya kan 1 tiket 1 identitas kan. Harusnya nggak boleh nitip-nitip kaya begitu dong,' tegasnya.
Situasi ini semakin memperburuk kondisi, di mana proses pembelian tiket menjadi tidak terorganisir. Solikhin juga menemukan bahwa semua tiket untuk pertunjukan selanjutnya telah habis terjual hingga tanggal 18 Januari.
Berdasarkan keterangan banyak pengunjung, terlihat jelas bahwa manajemen antrean yang buruk berpotensi merugikan pengalaman mereka. Mereka berharap adanya perbaikan dalam pengelolaan antrean agar memberikan kepastian saat membeli tiket.
Pengelola Berusaha Menjawab Keluhan Pengunjung
Menanggapi situasi ini, Anya A. Christiana, Kepala SBU Taman Ismail Marzuki, menyatakan bahwa kapasitas tempat duduk tidak bisa ditambah akibat keterbatasan ruangan. 'Sebetulnya kapasitas sudah maksimum, tidak mungkin ada penambahan kursi,' jelasnya.
Ia menginformasikan bahwa jumlah tiket OTS dibatasi untuk menghindari pencaloan, dengan hanya 90 tiket yang tersedia untuk dibeli langsung. 'Sebenarnya tiket on the spot ini kami buka 1 jam sebelumnya,' tambahnya.
Anya juga menyarankan pengunjung agar lebih memilih pembelian tiket secara online untuk menghindari kesulitan selama antrean. 'Kami paham semuanya pengen datang, pengen lihat,' tuturnya, seraya mengimbau agar masyarakat bersabar.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: