Jumat, 02 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Mengapa Negara Timur Tengah Memilih Pasir Impor untuk Konstruksi?

Author

Mengapa Negara Timur Tengah Memilih Pasir Impor untuk Konstruksi?

Negara-negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memiliki kebijakan unik dalam memenuhi kebutuhan konstruksi mereka dengan mengimpor pasir, meskipun dikelilingi oleh gurun pasir yang luas.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Data menunjukkan bahwa mereka mengandalkan pasokan pasir dari negara-negara seperti Australia dan China untuk proyek-proyek besar.

Kualitas Pasir Gurun dalam Konstruksi

Pasir gurun memiliki karakteristik butiran yang bulat dan halus akibat proses erosi selama ribuan tahun. Hal ini membuat pasir gurun dianggap tidak cocok untuk pembuatan beton, yang memerlukan butiran kasar dan bersudut.

Pasir yang ideal untuk proyek konstruksi biasanya berasal dari dasar sungai, danau, dan laut. Pasir dari lingkungan ini memiliki sudut yang lebih tajam dan dapat mengikat dengan lebih baik dalam campuran beton.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille

Dominasi Australia sebagai Pemasok Pasir

Australia telah menjadi salah satu eksportir pasir terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$273 juta pada tahun 2023. Arab Saudi tercatat mengimpor pasir sekitar US$140 ribu dari Australia pada tahun yang sama.

Meski nilai impor ini terkesan kecil, hal ini menunjukkan ketergantungan Arab Saudi terhadap pasir berkualitas untuk proyek berskala besar. Megaproyek seperti NEOM tidak dapat memenuhi kebutuhan beton dengan pasir lokal.

Tantangan dan Solusi di Tingkat Global

Uni Emirat Arab juga menghadapi tantangan serupa dalam hal ketergantungan pada pasir impor, terutama saat pembangunan Burj Khalifa. Penggunaan pasir lokal dinyatakan tidak layak bagi proyek-proyek besar.

Pembangunan Palm Jumeirah memerlukan 186,5 juta meter kubik pasir laut, menunjukkan krisis geografis yang dialami. PBB dan UNEP telah mengingatkan dampak lingkungan akibat eksploitasi pasir yang berlebihan.

Meskipun beberapa negara mulai mengembangkan alternatif seperti pasir buatan dan limbah konstruksi daur ulang, Arab Saudi masih memerlukan kebijakan komprehensif untuk mengatasi ketergantungan ini.

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU