Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 11:17 WIB

Aksi Protes Warga Somalia Tanggapi Pengakuan Israel terhadap Somaliland

Author

Aksi Protes Warga Somalia Tanggapi Pengakuan Israel terhadap Somaliland

Ratusan warga Somalia berkumpul di Mogadishu untuk menyampaikan protes terhadap keputusan Israel yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka. Aksi berlangsung pada hari Minggu (28/12) melibatkan berbagai elemen masyarakat yang mengekspresikan ketidaksetujuan mereka.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Demonstrasi ini dipicu oleh pandangan bahwa keputusan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Somalia, menegaskan kembali bahwa Somaliland adalah bagian integral dari wilayah tersebut. Keberadaan pasukan keamanan pun dikerahkan untuk memastikan ketertiban selama protes.

Protes yang Penuh Semangat

Para demonstran memulai aksi mereka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Somalia sebagai simbol persatuan dan nasionalisme. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan seperti 'Somalia tidak dapat dipisahkan' dan 'Somaliland adalah Somalia,' mencerminkan semangat solidaritas yang kuat di kalangan pengunjuk rasa.

Mohamed Abor, salah satu demonstran, menegaskan, 'Somalia tidak pernah melepaskan wilayahnya dan tidak akan melakukannya sekarang.' Kewajiban untuk mempertahankan kedaulatan menjadi tema penting dalam setiap pernyataan yang disampaikan.

Aksi ini tidak hanya mencerminkan ketidakpuasan terhadap keputusan Israel, tetapi juga menunjukkan komitmen warga Somalia untuk mempertahankan integritas nasional mereka.

Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi

Tanggapan terhadap Keputusan Israel

Abdi Ismail, seorang peserta aksi, menyatakan bahwa keputusan Israel dinilai tidak dapat diterima oleh rakyat Somalia dan dianggap 'serangan nyata terhadap kedaulatan Somalia.' Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran mendalam terhadap dinamika politik terkait pengakuan unilateral atas wilayah.

Ismail menambahkan, 'Somaliland adalah bagian yang tak terpisahkan dari negara tersebut.' Pernyataan ini menegaskan pandangan bahwa aspek politik dan territorial harus dihormati oleh negara-negara lain yang berhubungan dengan Somaliland.

Ia juga menekankan pentingnya komunitas internasional untuk tidak tinggal diam dan memberikan dukungan terhadap integritas wilayah Somalia.

Situasi Somaliland dan Pengakuan Internasional

Somaliland, yang secara unilateral mendeklarasikan kemerdekaannya dari Somalia pada tahun 1991, hingga kini belum memperoleh pengakuan resmi sebagai negara merdeka. Meskipun beroperasi secara de facto sebagai entitas administratif yang independen, status internasionalnya masih sangat kompleks.

Pengakuan Israel terhadap Somaliland telah menuai kecaman dari negara-negara yang mendukung Somalia, termasuk Turki dan sejumlah negara di Afrika dan Timur Tengah. Ini menunjukkan betapa rumitnya dinamika geopolitik berkaitan dengan pengakuan negara.

Keputusan Israel ini menempatkan mereka sebagai negara anggota PBB pertama yang memberikan pengakuan, langkah yang dianggap berpotensi memicu ketegangan regional dan menambah tantangan dalam pencarian solusi konflik di Somalia.

Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU