Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkapkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan bencana yang terjadi di Aceh. Prabowo mengirim helikopter pribadi untuk mendukung Gubernur Aceh dalam upaya penanggulangan bencana di daerah tersebut.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Sebanyak 53 helikopter kini beroperasi untuk mengangkut logistik ke lokasi-lokasi yang tidak dapat diakses melalui jalur darat. Kombinasi helikopter ini berasal dari berbagai unsur pemerintah dan swasta, meningkatkan respons dalam mengatasi krisis.
Pengiriman Helikopter Pribadi ke Aceh
Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa helikopter pribadi Prabowo dikirimkan pada minggu pertama setelah bencana terjadi. Helikopter tersebut digunakan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, untuk mengakses wilayah-wilayah yang terdampak bencana.
“Kalau saya boleh cerita sedikit, jadi sejak minggu pertama bencana, Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta timnya,” kata Teddy pada jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma.
Penggunaan helikopter ini diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana, terutama dalam pengiriman bantuan ke lokasi-lokasi yang terisolasi. Dengan demikian, tim penanggulangan bencana dapat menjangkau daerah yang sulit diakses lebih fleksibel.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Koordinasi Antara Berbagai Pihak
Dalam penanganan bencana, Teddy menyampaikan adanya koordinasi antara TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta pihak swasta. Total terdapat 53 helikopter yang terlibat dalam operasional ini, dengan gabungan unsur pemerintah dan swasta.
“Ada 53 helikopter gabungan TNI, Polri, Basarnas, BNPB, kemudian ada swasta, Pertamina, dan lain sebagainya,” ungkap Teddy. Kerjasama ini diharapkan dapat membuat distribusi logistik lebih sistematis dan efektif.
Operasi penerbangan helikopter bertujuan membawa logistik ke daerah yang mengalami kerusakan infrastruktur akibat bencana, guna memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat setempat.
Tantangan dan Hasil Namun Konstruktif
Teddy juga menanggapi suara kritik yang terkait penanganan bencana saat ini jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa setiap bencana memiliki tantangan yang unik, memerlukan pendekatan dan solusi yang berbeda.
“Setiap bencana punya tantangan sendiri, butuh penanganan sendiri, dan yang pasti setiap pemerintah di kala itu pasti ingin yang terbaik,” tutur Teddy. Stabilitas kondisi masyarakat dan infrastruktur menjadi target utama dalam penanganan bencana.
Ia menambahkan bahwa dalam waktu satu bulan, pemerintah telah mencatat kemajuan signifikan dengan 72 jalan nasional yang terdampak bencana di tiga provinsi kini kembali tersambung.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: