Aura Kasih kembali menarik perhatian setelah videonya dalam podcast bersama Deddy Corbuzier viral di media sosial.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dalam episode itu, dia mengungkap pandangannya tentang pelakor dan perjalanan hidupnya setelah perceraian.
Dua Kategori Pelakor menurut Aura Kasih
Aura Kasih menjelaskan bahwa terdapat dua kategori pelakor yang berbeda. Kategori pertama adalah mereka yang mendekati pria beristri dengan tujuan materi.
Sementara itu, kategori kedua adalah mereka yang terlibat dengan perasaan yang tulus terhadap pria tersebut.
Dia dengan tegas menyatakan, "Kalau intensinya cuma duit, ya, menurut aku salah. Kalau mau ngomongin perasaan, kita gak bisa stop itu," yang menunjukkan kompleksitas emosi manusia.
Aura kemudian menambahkan bahwa tidak semua pelakor yang terjebak dalam perasaan bisa disalahkan, karena perasaan adalah bagian dari sifat manusia.
Kehidupan Pribadi dan Kebutuhan Emosional
Aura juga mengupas kehidupan pribadinya setelah menjadi janda, di mana ia mengakui masih membutuhkan kehadiran sosok laki-laki dalam hidupnya.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
"Butuh cowok tuh buat ngobrol, touching juga ya," ujarnya, merujuk pada pentingnya dukungan emosional.
Dia menekankan bahwa pelukan bisa menjadi cara untuk meredakan stres saat menghadapi kesulitan.
Meskipun kini sendirian, Aura menegaskan bahwa dia tidak ingin terpengaruh oleh omongan orang lain menanggapi kehidupannya.
Tuduhan dan Tindakan Hukum
Di tengah isu perceraian Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, Aura Kasih terseret dalam kontroversi sebagai pelakor.
Kuasa hukum Aura, Yanti Nurdin, dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut, menyatakan bahwa tidak ada hubungan gelap di antara mereka.
"Itu semua enggak benar. Kami sedang kumpulkan semua berita-berita yang enggak benar," ujarnya.
Situasi ini justru memicu kembali diskusi di kalangan netizen terkait pernyataan Aura di podcast tentang pelakor.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: