Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 17:24 WIB

Mengapa Waktu Terasa Semakin Berlari Seiring Bertambahnya Usia

Author

Mengapa Waktu Terasa Semakin Berlari Seiring Bertambahnya Usia

Banyak orang merasa waktu berlalu lebih cepat seiring bertambahnya usia mereka. Hal ini bukan hanya sekadar persepsi, melainkan ada berbagai faktor yang menjadi penyebabnya.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa rutinitas, psikologi, dan kemajuan teknologi berperan signifikan dalam cara kita merasakan berlalunya waktu.

Rutinitas dan Perubahan dalam Hidup

Salah satu alasan utama mengapa waktu terasa cepat berlalu adalah rutinitas yang dijalani sehari-hari. Saat kita menjalani aktivitas yang sama berulang kali, otak kita cenderung gagal merekam detail-detail kecil, yang mengakibatkan waktu terasa melesat.

Sebaliknya, setiap kali kita mengalami sesuatu yang baru atau belajar hal-hal baru, perhatian kita lebih terfokus pada momen tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman baru menciptakan lebih banyak 'tanda waktu' yang membantu kita mengingat.

Selain itu, saat memasuki fase kehidupan yang baru, seperti dewasa atau memiliki anak, banyak individu merasa bahwa waktu berlalu lebih cepat. Tanggung jawab yang menumpuk atau tekanan sehari-hari menjadi faktor yang mempercepat persepsi tentang waktu.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Psikologi dan Persepsi Waktu

Faktor psikologis turut memengaruhi bagaimana kita merasakan waktu. Ketika seseorang berada dalam keadaan bahagia, mereka cenderung merasakan waktu berlalu lebih cepat dibandingkan saat merasa tertekan atau cemas.

Dr. Philippe Goldin, seorang profesor psikologi, menjelaskan bahwa 'Kondisi emosional kita mempengaruhi pengukuran waktu internal.' Hal ini menunjukkan bahwa emosi kita dapat sangat memengaruhi persepsi waktu.

Ada juga teori yang menyatakan bahwa bertambahnya usia beriringan dengan berkurangnya pengalaman baru, yang berimplikasi pada penurunan persepsi waktu. 'Ketika kita masih muda, setiap pengalaman terasa baru, dan itu membuat waktu terasa lebih melambat,' ungkap Dr. Goldin.

Teknologi dan Tuntutan Modern

Di era modern ini, teknologi berdampak besar pada persepsi kita tentang waktu. Media sosial dan akses informasi yang cepat membuat banyak orang sulit berkonsentrasi pada aktivitas mereka.

Notifikasi dan aplikasi yang terus-menerus mengalihkan perhatian dapat melewatkan momen-momen penting dalam hidup. Akibatnya, kita sering tidak menyadari betapa cepatnya waktu berlalu.

Kecenderungan untuk mengejar produktivitas dalam lingkungan kerja yang kompetitif mempercepat persepsi ini. Dalam usaha untuk menyelesaikan pekerjaan, kita sering melupakan keindahan momen kecil di sekitar kita.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU