Friceilda Prillea mengumumkan bahwa dirinya tengah hamil anak dari aktor Anrez Adelio, dengan kehamilannya kini memasuki bulan kedelapan.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Namun, di balik kebahagiaan itu, Friceilda mengaku merasa diabaikan oleh Anrez setelah mengungkapkan kondisi kehamilannya.
Kronologi Hubungan dan Kehamilan
Friceilda menceritakan hubungan mereka dimulai saat perkenalan di media sosial TikTok pada September 2024. Selama hampir satu tahun menjalin hubungan, segalanya berubah setelah ia mengumumkan kehamilannya kepada Anrez.
Setelah pengumuman tersebut, Friceilda merasa menghadapi penolakan dan lambatnya respon dari Anrez. Hal ini membuatnya kesulitan untuk mendapatkan dukungan yang seharusnya didapat sebagai calon ibu.
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Pengakuan dan Komitmen Anrez
Friceilda ingat momen penting saat ia mengunjungi rumah Anrez pada 9 Juni 2025 untuk memberi tahu tentang kehamilannya. Menurutnya, Anrez terkejut dan mengakui bahwa bayi yang dikandungnya adalah anaknya.
Ia juga mengklaim bahwa Anrez pernah menyatakan komitmen untuk menikahinya di depan orang tua, bahkan memberikan surat pernyataan. Dalam surat tersebut, Anrez menjanjikan untuk menikahinya 21 hari setelah 24 Juni 2025, namun hingga saat ini janji tersebut belum ditepati.
Dampak Psikologis dan Tuntutan Pertanggungjawaban
Setelah mengetahui kehamilannya, Friceilda meminta Anrez untuk bertanggung jawab sebagai calon ayah, tetapi hanya mendapatkan penghindaran dari Anrez. Hal ini mendorongnya untuk menghentikan komunikasi demi menjaga kesehatan mental dirinya dan bayinya.
Friceilda mengungkapkan bahwa sebelumnya, Anrez pernah memberikan berbagai janji dan perhatian, tetapi semua itu tidak terwujud dengan tindakan nyata di saat yang paling dibutuhkan.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: