Pada Jumat, 26 Desember 2025, harga perak mengalami lonjakan signifikan dengan kenaikan mencapai 9 persen dan mencetak rekor baru.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Kenaikan ini dipicu oleh defisit pasar dan meningkatnya permintaan dari sektor industri, menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap logam mulia ini.
Lonjakan Harga Perak dan Logam Mulia Lainnya
Harga perak di pasar spot menyentuh angka 78,53 dollar AS per troy ons, menampilkan minat yang tinggi terhadap komoditas ini baik dalam konteks industri maupun investasi.
Tidak hanya perak, harga emas juga ikut mengalami peningkatan signifikan, mencapai 4.549,71 dollar AS per troy ons, yang merupakan titik tertinggi yang pernah tercatat.
Logam mulia lain seperti platinum dan palladium turut merasakan efek positif dari tren ini, dengan platinum naik 10 persen dan palladium meningkat lebih dari 14 persen.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Sentimen Pasar dan Faktor Pendukung
Peter Grant, Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist Zaner Metals, menjelaskan bahwa potensi reli harga logam mulia masih akan berlanjut meski terdapat risiko volatilitas di akhir tahun.
Dia menambahkan, 'Ekspektasi pelonggaran kebijakan bank sentral AS, pelemahan dollar AS, serta meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong volatilitas di pasar yang relatif sepi.'
Perkiraan untuk pemangkasan suku bunga di tahun 2026 juga menjadi faktor yang sangat mempengaruhi daya tarik emas di pasar internasional.
Dinamika Geopolitik dan Permintaan Fisik
Dari sisi geopolitik, AS telah melakukan serangan udara terhadap militan Negara Islam di Nigeria, yang berpotensi mempengaruhi sentimen investor terhadap logam mulia.
Kenaikan harga emas tahun ini didukung oleh kebijakan pelonggaran dari The Fed dan aliran dana yang masuk melalui exchange-traded fund (ETF).
Namun, permintaan fisik terhadap emas menunjukkan pergerakan yang beragam, di mana diskon harga emas di India mencapai level tertinggi dalam lebih dari enam bulan, sementara diskon di China menyempit.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: