Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 14:32 WIB

Dinamika Terkini: Ketegangan antara AS dan Denmark atas Greenland

Author

Dinamika Terkini: Ketegangan antara AS dan Denmark atas Greenland

Ambisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menguasai Greenland terus bergulir, meskipun telah memperoleh penolakan keras dari Denmark dan Greenland itu sendiri.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Pengumuman ini berkaitan dengan argumen keamanan nasional yang diusung Trump sebagai alasan utama di balik keinginannya.

Pernyataan dan Tindakan Presiden Trump

Sejak tahun lalu, Donald Trump telah menyampaikan kepentingannya terhadap Greenland dan menyebut bahwa kepemilikan AS atas wilayah ini adalah suatu kebutuhan. Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengungkapkan, "Demi tujuan Keamanan Nasional dan Kebebasan di seluruh Dunia, Amerika Serikat merasa bahwa kepemilikan dan kendali atas Greenland merupakan kebutuhan mutlak."

Dalam wawancara terakhir, Trump mengulangi keinginannya untuk memperoleh Greenland, menyatakan, "Kami akan mendapatkan Greenland. Ya, 100 persen," yang semakin memperburuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Denmark.

Penunjukan Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus untuk Greenland juga menambah kontroversi. Pemerintah Denmark mengkritik langkah ini, di mana Menteri Luar Negeri Denmark menegaskan perlunya menghormati kedaulatan Denmark dan Greenland.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan

Reaksi Pemerintah Greenland dan Denmark

Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, berusaha menjelaskan sikap pemerintahnya dengan menegaskan, "Presiden Trump mengatakan Amerika Serikat 'akan mendapatkan Greenland.' Biar saya tegaskan: Amerika Serikat tidak akan mendapatkan Greenland."

Melalui pernyataan di media sosial, Nielsen menggarisbawahi bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri, menambahkan, "Kami tidak menjadi milik orang lain. Kami memutuskan masa depan kami sendiri."

Pernyataan ini menekankan pentingnya menghargai kedaulatan dan integritas wilayah Greenland, menciptakan ketegangan yang mendalam antara AS dan Denmark. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, juga mempertegas bahwa Greenland tidak dapat dicaplok oleh negara mana pun.

Kondisi Keamanan di Kawasan Arktik

Trump membahas masalah kehadiran militer Rusia dan China di sekitar Greenland, mengungkapkan, "Jika Anda melihat Greenland, Anda melihat ke atas dan ke bawah pantai, Anda akan melihat kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana," yang menggambarkan situasi geopolitik yang rumit.

Langkah-langkah Trump dalam mencari penguasaan Greenland menimbulkan pertanyaan mengenai niat di balik kebijakan luar negeri AS di kawasan Arktik. Data menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki sumber daya alam melimpah, seperti minyak dan gas.

Kritik terhadap kebijakan Trump menciptakan ketidakpuasan di kalangan pemerintah Denmark, yang memperingatkan bahwa "Anda tidak dapat mencaplok negara lain," menandakan penolakan terhadap tindakan sepihak yang bisa merusak stabilitas regional.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU