Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 01:38 WIB

Dampak Banjir: Pembersihan Fasilitas Kesehatan Aceh Utara dan Tamiang Capai 50 Persen

Author

Dampak Banjir: Pembersihan Fasilitas Kesehatan Aceh Utara dan Tamiang Capai 50 Persen

Progres pembersihan fasilitas kesehatan di Aceh Utara dan Aceh Tamiang kini tercatat lebih dari 50 persen. Upaya ini bertujuan mengembalikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terganggu akibat bencana.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Dengan perhatian khusus pada fasilitas terdampak banjir bandang, pembersihan ini dianggap vital agar akses terhadap pelayanan medis dasar dapat segera pulih. Berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, relawan, dan warga setempat, terlibat aktif dalam proses ini.

Progres Pembersihan di Aceh Utara

Progres pembersihan fasilitas kesehatan di Aceh Utara menunjukkan hasil yang positif. Dua puskesmas teridentifikasi, Puskesmas Simpang Gampong Teungoh dan Puskesmas Tanah Jambo Aye, masing-masing sudah mencapai 70 persen.

Puskesmas Simpang Tiga di Kecamatan Langkahan juga mencatat angka 65 persen. Pemulihan fasilitas ini penting untuk memastikan masyarakat bisa segera mengakses layanan kesehatan yang mereka butuhkan.

Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat

Rincian Progres Pembersihan di Aceh Tamiang

Di Aceh Tamiang, pembersihan fasilitas kesehatan menunjukkan angka yang lebih baik. Puskesmas Banda Mulia telah sepenuhnya selesai, mencapai 100 persen, sementara Puskesmas Bandar Pusaka mencatat progres 83 persen.

Fasilitas kesehatan lainnya seperti Puskesmas Sekerak dan Tamiang Hulu masing-masing mencapai 82 persen dan 75 persen. Puskesmas Tenggulun dan Karang Baru juga aktif mengerjakan pembersihan, masing-masing mencapai 75 persen dan 72 persen.

Peran TNI, Polri, dan Masyarakat dalam Pembersihan

Kolaborasi antara TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terlihat jelas dalam upaya pembersihan. Mereka bergotong-royong membersihkan sisa-sisa lumpur akibat banjir dari ruang perawatan dan fasilitas medis lainnya.

Alat seperti cangkul, sekop, dan alat pendorong lumpur digunakan untuk mempercepat proses. Fokus utama pembersihan adalah memastikan kebersihan lantai, dinding, dan peralatan non-medis agar fasilitas dapat segera digunakan kembali.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU