Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 17:14 WIB

Transformasi Desa Lhok Gunci Menjadi Aliran Sungai Baru Pasca Banjir Bandang

Author

Transformasi Desa Lhok Gunci Menjadi Aliran Sungai Baru Pasca Banjir Bandang

Desa Lhok Gunci di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, hilang akibat banjir bandang yang terjadi pada dini hari. Sebanyak 85 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Desa Paya Rubek demi mencari perlindungan dari bencana alam tersebut.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Banjir yang datang dengan cepat ini tidak hanya menggerus permukiman, tetapi juga merusak kebun dan bahkan mengganti lokasi pemukiman menjadi aliran sungai baru. Menurut Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, perubahan segala aspek kehidupan masyarakat cukup dramatis dan menyedihkan.

Dampak Banjir Bandang Terhadap Warga

Banjir bandang yang terjadi pada pukul 04.00 WIB mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat setempat. Permukiman penduduk yang dulunya berada 70 hingga 150 meter dari bibir sungai kini lenyap dan tergerus.

Menurut Marlina Muzakir, lokasi pemukiman yang awalnya ramai kini telah berubah drastis, menjadikannya sebagai alur baru sebuah sungai. Hal ini membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal serta menutup pusara sanak saudara yang tergerus.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal

Upaya Penanganan dan Distribusi Bantuan

Di posko pengungsian, Marlina memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Ia menekankan pentingnya ketersediaan obat-obatan dan mendorong warga untuk melaporkan apabila stok mulai menipis.

Bantuan logistik telah mulai disalurkan untuk mendukung kebutuhan para pengungsi yang rumah dan desa mereka hilang. Pada Senin malam, bantuan logistik tiba di Desa Paya Rubek, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka yang terdampak.

Pengalaman Mengerikan Warga Saat Banjir

Banyak warga yang menceritakan pengalaman mereka saat banjir datang dengan cepat dan deras. Salah satunya adalah Yusri, yang terpisah dari anaknya yang masih bayi karena arus yang sangat kuat.

"Air datang sangat cepat dan deras. Alhamdulillah, keluarga saya selamat. Setelah itu saya menyisir lokasi dan membantu evakuasi warga lain. Total 26 orang berhasil kami selamatkan," ungkap Yusri, yang menggambarkan ketegangan saat bencana terjadi.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU