Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, memperkirakan puncak arus mudik libur Natal dan Tahun Baru 2025 akan terjadi pada 24 Desember 2025.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Prediksi ini diperoleh berdasarkan kebijakan pemerintah soal work from anywhere (WFA) yang diyakini memengaruhi pola perjalanan masyarakat.
Perkembangan Prediksi Puncak Mudik
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan awalnya puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 21 Desember. Namun, pantauan terbaru menunjukkan lonjakan yang hanya mencapai sekitar 2%, sehingga prediksi diperbarui.
Kakorlantas memutuskan untuk mengubah prediksi ini setelah pemerintah mengeluarkan imbauan untuk menerapkan WFA pada periode 29-31 Desember. Dengan demikian, tanggal puncak arus mudik pun bergeser menjadi 24 Desember.
Agus menyatakan, 'Jadi artinya Natal dan Tahun Baru itu untuk kondisi peak season itu mungkin akan bergeser ketika ada kebijakan pemerintah tentang work from anywhere.'
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Lonjakan Arus Balik Setelah Libur
Selain memprediksi puncak mudik, Kakorlantas juga mengantisipasi lonjakan arus balik yang mungkin terjadi pada 2 Januari 2026. Agus menambahkan bahwa lonjakan tersebut juga dapat terjadi pada 4 Januari, setelah berakhirnya masa WFA.
Proyeksi ini bertujuan untuk mempersiapkan strategi pengawasan dan pengamanan di jalur-jalur yang diperkirakan akan mengalami kepadatan. Kakorlantas berharap, dengan adanya layanan yang baik dan pengawasan ketat, kelancaran arus balik dapat terjaga dengan baik.
Personel Pengamanan dan Strategi Korlantas
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama libur Nataru, Korlantas Polri akan mengerahkan jumlah personel yang signifikan. Agus menyebutkan, 'Jadi personel yang dilibatkan adalah 77.616. Itu yang dari kepolisian ya, belum stakeholder.'
Jumlah total personel yang akan terlibat untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru mencapai hampir 126 ribu orang, termasuk kerjasama dengan berbagai stakeholder lainnya. Korlantas juga akan mendirikan pos-pos pelayanan dan pos terpadu untuk mengatasi potensi gangguan.
Agus mengungkapkan, 'Ya alhamdulillah Pak Kapolri dan para menteri hadir semua untuk melakukan intervensi dan sampai saat ini cukup terkendali.'
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: