Senin, 22 DESEMBER 2025 • 17:04 WIB

Seruan Nol Toleransi Terhadap Kekerasan Seksual Dalam Peringatan Hari Ibu

Author

Seruan Nol Toleransi Terhadap Kekerasan Seksual Dalam Peringatan Hari Ibu

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menekankan pentingnya komitmen nol toleransi terhadap kekerasan seksual dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 di Jakarta. Seruan ini ditujukan kepada semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengatasi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos

Makna Hari Ibu bagi Bangsa Indonesia

Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember adalah momen yang signifikan bagi Indonesia untuk mengenang perjuangan perempuan dalam merebut kemerdekaan. Menteri Arifah Fauzi menjelaskan bahwa peringatan ini memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan negara lain.

Peringatan Hari Ibu menggambarkan tonggak pergerakan perempuan Indonesia yang telah berkontribusi aktif dalam memajukan bangsa. Ini juga menjadi pengingat akan arti penting perjuangan perempuan dalam sejarah bangsa yang perlu diteruskan oleh generasi muda.

Selain itu, Hari Ibu juga berfungsi sebagai motivasi untuk memahami dan melanjutkan semangat perjuangan yang telah diwariskan oleh para pejuang perempuan sebelumnya.

Pentingnya Komitmen Nol Toleransi

Dalam sambutannya, Arifah Fauzi menggarisbawahi perlunya komitmen kolektif untuk menetapkan nol toleransi terhadap kekerasan seksual di tanah air. Ia menyoroti bahwa kekerasan terhadap perempuan masih berada pada angka yang tinggi, dan untuk menanggulanginya, semua lapisan masyarakat harus terlibat.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas

Seruan ini diharapkan menjadi dorongan bagi para pemangku kepentingan untuk melindungi perempuan dan mengurangi risiko kekerasan. Melalui inisiatif ini, langkah nyata yang progresif dapat diambil dalam menciptakan lingkungan yang aman dan menghargai harkat perempuan.

Diharapkan bahwa komitmen ini dapat mendorong concrete actions untuk menciptakan suasana yang lebih aman bagi perempuan, serta mengurangi angka kekerasan di masyarakat.

Peran Ibu dalam Pembangunan

Peringatan Hari Ibu juga bertujuan untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Menteri Arifah Fauzi menegaskan bahwa peran ibu lebih dari sekadar pengasuh, melainkan bagian penting dalam kontribusi terhadap pembangunan masyarakat.

Dengan menghargai peran para ibu, masyarakat diharapkan dapat memastikan bahwa perempuan mendapatkan pengakuan dan hak yang setara. Hal ini krusial dalam menciptakan kesetaraan gender dalam konteks pembangunan.

Hari Ibu tidak hanya sekadar ucapan terima kasih, tetapi juga merupakan panggilan untuk aksi nyata demi kesejahteraan dan hak-hak perempuan.

Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU