Sebuah video viral menampilkan seorang oknum guru yang diduga menghina anak berkebutuhan khusus saat sesi video call. Aksi tersebut segera mendapatkan respon negatif dan kecaman luas dari masyarakat di media sosial.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Video yang beredar menunjukkan guru tersebut menirukan cara bicara remaja disabilitas dengan tawa rekannya, menciptakan suasana yang tidak nyaman bagi si anak.
Deskripsi Insiden
Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @tante.rempong.official dan langsung menjadi sorotan publik. Dalam tayangan itu, guru bertanya kepada remaja berkebutuhan khusus mengenai asalnya.
Ketika remaja menjawab, 'Halo pak', guru langsung menirukan dengan nada mengejek. Kejadian ini menciptakan suasana yang tidak nyaman, terutama bagi remaja yang menjadi sasaran.
Dalam video, terdengar suara gelak tawa dari orang di sekitarnya dan seorang wanita yang berusaha menghentikan tindakan tersebut. Namun, oknum guru tetap melanjutkan perilakunya meskipun ada peringatan.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Reaksi Remaja dan Respon Netizen
Tindakan merendahkan tersebut membuat remaja merasa tersinggung. Ia menyatakan, 'Iki guru koyo ngene? Lagek tumon aku, astagfirullah Ya Allah.'
Ucapan remaja ini menekankan rasa kecewa yang mendalam terhadap perilaku guru. Di tengah respon negatif, oknum guru tetap melanjutkan tindakan yang tidak pantas.
Netizen pun memberikan beragam reaksi, banyak yang menyayangkan sikap guru dan mengingatkan bahwa pendidik seharusnya menjadi teladan yang baik bagi siswa.
Dampak Sosial dan Pendidikan
Kasus ini menyoroti etika yang harus dipegang oleh pendidik saat berinteraksi dengan siswa, terutama mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Pendidikan seharusnya menjadi ruangan yang menimbulkan rasa aman bagi semua peserta didik.
Kejadian ini memicu diskusi dalam masyarakat tentang pentingnya pendidikan inklusif dan pemahaman terhadap anak berkebutuhan khusus. Adanya keberagaman harus menjadi perhatian dalam sebuah lingkungan belajar.
Kegagalan untuk menunjukkan perilaku yang pantas dari seorang guru dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan mental si anak, menyoroti perlunya pelatihan etika bagi para pendidik.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: