Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 17:36 WIB

Tragedi Kebakaran Jakarta Utara: Lima Nyawa Melayang Akibat Pengecasan Mobil Listrik

Author

Tragedi Kebakaran Jakarta Utara: Lima Nyawa Melayang Akibat Pengecasan Mobil Listrik

Kebakaran hebat melanda kawasan Pejagalan, Jakarta Utara, pada Kamis malam, menyebabkan lima orang kehilangan nyawa. Insiden ini diduga bermula dari pengecasan mobil listrik yang berlangsung di halaman rumah.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Menurut Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, kobaran api mulai terlihat dari lokasi pengecasan mobil. Kejadian tersebut menghanguskan sejumlah bangunan, termasuk gudang aksesoris.

Kronologi Kebakaran di Pejagalan

Kebakaran terjadi pada Kamis, 18 Desember 2025, sekitar pukul 20.13 WIB. Saat insiden berlangsung, pemilik rumah dilaporkan sedang mengisi daya baterai mobil listrik dan tiba-tiba terdengar suara ledakan dari kendaraan tersebut.

Suara ledakan tersebut mengakibatkan api menyebar dengan cepat, terutama ke area sekitarnya yang terdapat minyak cat. Upaya masyarakat untuk memadamkan api mulai dilakukan sebelum kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Petugas dari Pos Damkar Pejagalan segera beraksi setelah menerima laporan, bergerak menuju lokasi pada pukul 20.14 WIB dan tiba pada pukul 20.19 WIB. Dalam waktu singkat, tim memulai proses pemadaman dengan dukungan dari 21 unit lainnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Tantangan dalam Proses Pemadaman

Proses pemadaman mengalami berbagai kendala, termasuk adanya bahan berbahaya seperti minyak cat, biji plastik, dan kertas yang mudah terbakar. Material tersebut memperburuk situasi dan memperlambat proses pendinginan yang diperlukan.

Akses masuk yang sempit dan banyak sekat di sekitar lokasi juga menambah tantangan bagi para petugas. Gatot Sulaeman menjelaskan bahwa kondisi ini menjadi faktor utama yang menyulitkan upaya pemadaman yang dilakukan.

Tim pemadam kebakaran yang terdiri dari sekitar 110 personel dan 22 unit kendaraan, terus berupaya mengendalikan api. Akhirnya, kebakaran ini dapat dipadamkan pada Jumat pagi pukul 08.08 WIB setelah proses yang panjang.

Dampak Kebakaran dan Penanganan Korban

Tragedi ini menewaskan lima orang, sebuah situasi yang sangat mengkhawatirkan bagi pihak berwenang. Pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan dan pengecasan kendaraan listrik, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk.

Kapolsek Penjaringan menyatakan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga tentang keselamatan dalam penggunaan mobil listrik. Ia menekankan pentingnya edukasi tentang prosedur aman saat melakukan pengecasan.

Pihak berwenang kemudian berjanji akan melakukan pemantauan dan pengecekan rutin terhadap instalasi listrik dan alat pengecasan yang digunakan di masyarakat untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU