Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 14:43 WIB

Investigasi Kematian Tragis Anak Petinggi PKS di Cilegon: Polisi Bukan Kasus Perampokan

Author

Investigasi Kematian Tragis Anak Petinggi PKS di Cilegon: Polisi Bukan Kasus Perampokan

Polisi Cilegon memastikan bahwa kematian seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun bukan disebabkan oleh perampokan. Kini, mereka mengarahkan perhatian pada dugaan pembunuhan berkaitan dengan kasus tersebut.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Korban, yang diketahui bernama MAHM, adalah anak bungsu dari Maman Suherman, anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Penyelidikan terus dilakukan untuk menemukan fakta-fakta baru mengenai tragedi ini.

Detail Kasus dan Penyelidikan

Polres Cilegon telah mengintensifkan penyelidikan dengan memeriksa delapan orang saksi dan mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV dari area kejadian. Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, menyatakan, "Dugaan sementara untuk kasus ini adalah dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit."

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah Maman Suherman. Hal ini telah dipastikan setelah dilakukannya pemeriksaan menyeluruh, di mana pemilik rumah memberikan keterangan yang mendukung.

Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, juga mengkonfirmasi melalui pesan WhatsApp bahwa, "Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang."

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban menerima telepon darurat dari anak keduanya yang meminta bantuan. Mendapatkan kabar tersebut, Maman Suherman langsung meninggalkan tempat kerjanya di Ciwandan dan menuju rumah.

Setibanya di rumah, Maman menemukan anaknya tergeletak tengkurap dengan kondisi kritis. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bethsaida, tetapi dinyatakan meninggal dunia setibanya di sana.

Saat kejadian, hanya ada korban dan kakaknya di rumah. Maman dan istrinya tidak berada di lokasi karena masing-masing sedang menjalankan aktivitas pekerjaan mereka.

Sistem Keamanan dan Kesulitan Penyelidikan

Ketidakberfungsian kamera CCTV yang terpasang di rumah pada saat kejadian menambah kompleksitas penyelidikan. CCTV diketahui tidak berfungsi selama dua minggu sebelum insiden tersebut, sehingga tidak dapat merekam momen penting.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan bagi pihak kepolisian dalam mengumpulkan bukti-bukti. Penyelidikan tetap berlanjut untuk mengungkap informasi yang relevan seputar kematian korban dan siapa yang bertanggung jawab.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU