Polisi sedang menyelidiki kasus pembunuhan yang melibatkan seorang siswi sekolah dasar berusia 12 tahun di Medan, yang diduga membunuh ibu kandungnya.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, dan tengah menjadi sorotan pihak kepolisian serta tim pendamping.
Detail Kejadian dan Penanganan Awal
Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu, 10 Desember, saat korban, FS, sedang tidur di rumah bersama kedua putrinya. Suami korban berada di lantai dua ketika anak mereka yang lebih besar berteriak memanggil ayahnya, dan ia menemukan FS tergeletak dalam keadaan bersimbah darah.
Kepala Lingkungan V Kelurahan Tanjung Rejo, Tono, mengungkapkan informasi mengenai insiden ini diterima sekitar seteleh salat Subuh. Ayah dari anak tersebut segera menghubungi ambulans dan meminta bantuan polisi setelah menemukan istrinya dalam keadaan tak bernyawa.
Menurut Tono, sebelum kejadian, FS sempat memarahi putri pertama mereka, yang bisa jadi memicu reaksi dari A, anak mereka yang berusia 12 tahun.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Penyelidikan Polisi dan Perlindungan Anak
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menjelaskan bahwa penyelidikan kasus ini dilakukan dengan hati-hati, melibatkan pendamping yang kompeten untuk menjaga hak anak. 'Sabar lah, kan masih berproses. Ini masih banyak pendamping, itu di rumah aman (ditempatkan),' ujarnya.
Bayu menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menangani kasus ini, mengingat terduga pelaku masih berusia anak-anak. 'Nanti kita update lah, ini mau kita tuntaskan,' tambahnya.
Saat ini, hasil otopsi korban masih dalam proses dan akan diumumkan setelah seluruh rangkaian penyelidikan selesai. 'Hasil otopsi nanti ya. Saya di luar ini, sabar lah,' ungkapnya lebih lanjut.
Peran Tim Inafis dan Keterangan Saksi
Tim Inafis Polrestabes Medan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan eviden yang diperlukan. Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk kebutuhan autopsi pada pukul 08.15 WIB.
Tono menyebutkan bahwa saat memasuki rumah, FS sudah dalam kondisi bersimbah darah, dan ia tidak mengetahui jumlah luka tikaman yang dialami. Sementara itu, A sudah berada di kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Jumlah saksi yang telah diperiksa juga belum diumumkan. Polisi tengah berupaya memastikan pemahaman yang akurat mengenai fakta-fakta yang ada. 'Penyelidikan butuh waktu. Pelan-pelan,' tutup AKBP Bayu.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: