Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 18:50 WIB

Banjir Bandang Melanda Kota Safi, Maroko: 37 Korban Jiwa dan Dampak Mematikan

Author

Banjir Bandang Melanda Kota Safi, Maroko: 37 Korban Jiwa dan Dampak Mematikan

Banjir bandang yang melanda Kota Safi, Maroko, pada Minggu (14/12/2025) telah menyebabkan sedikitnya 37 orang tewas dan 14 orang lainnya menderita luka, dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR

Hujan lebat yang terjadi secara mendadak menjadi penyebab utama terjadinya aliran air berlumpur yang merusak infrastruktur dan menyapu bersih kendaraan di sekitarnya.

Dampak Hujan Deras di Kota Safi

Peristiwa banjir ini terjadi secara tiba-tiba dengan hujan deras hanya berlangsung singkat. Foto-foto yang beredar menunjukkan dampak luar biasa, dengan jalan-jalan dipenuhi air yang menghancurkan properti.

Otoritas setempat melaporkan sekitar 70 rumah dan bisnis terendam di kota tua bersejarah Safi hanya dalam waktu satu jam setelah hujan mulai.

Menurut pernyataan resmi pemerintah provinsi, upaya pencarian dan penyelamatan korban masih berlangsung. Kejadian ini menyoroti pentingnya sistem peringatan dini dalam menghadapi bencana alam.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang

Tanggapan dan Kesiapan Pemerintah

Meskipun operasi pencarian aktif dilakukan, warga menunjukkan rasa frustrasi terhadap respons pemerintah yang dianggap lamban. Marouane Tamer, seorang penduduk setempat, mengungkapkan keprihatinannya dengan pernyataan, "Mengapa truk pemerintah belum dikirim untuk memompa air?"

Kerusakan infrastruktur berpotensi mengancam keselamatan, mengganggu jalur transportasi penting, terutama jalan provinsi 2300 yang menghubungkan Safi ke Hrara, dan mengakibatkan penundaan aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah setempat.

Dalam menghadapi kondisi darurat ini, pemerintah mengklaim telah mengambil langkah-langkah untuk menanggulangi dampak dan memberikan bantuan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal.

Perubahan Iklim dan Ancaman di Masa Depan

Banjir ini terjadi setelah Maroko mengalami tujuh tahun kekeringan yang mengurangi cadangan air di waduk utama. Badan Meteorologi juga mencatat tahun 2024 sebagai tahun terpanas dalam sejarah negara tersebut.

Perubahan cuaca ekstrem dari kekeringan panjang menuju hujan lebat dapat meningkatkan risiko bencana di masa depan. Ramalan cuaca menyebutkan kemungkinan hujan lebat kembali melanda seluruh negeri pada Selasa (16/12/2025).

Banjir ini merupakan salah satu dari sekian banyak bencana yang dihadapi Maroko, termasuk insiden bangunan runtuh di kota Fes yang baru saja terjadi, menambah tantangan besar bagi pemerintah dalam mengatasi risiko iklim.

Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU