Senin, 15 DESEMBER 2025 • 15:58 WIB

Risiko Gempa Megathrust dan Mitigasi Bencana di Indonesia

Author

Risiko Gempa Megathrust dan Mitigasi Bencana di Indonesia

Perhatian dunia ilmiah tertuju pada risiko gempa megathrust yang mengancam Indonesia. Penjelasan dari Prof. Kosuke Heki dari Universitas Hokkaido memberikan wawasan penting mengenai ancaman dan langkah mitigasi yang diperlukan.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

Risiko Dan Potensi Megathrust di Indonesia

Komunitas ilmiah global semakin memperhatikan potensi gempa megathrust di Indonesia. Menurut data Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia, terdapat 14 zona megathrust yang dapat menyebabkan gempa besar.

Zona-zona tersebut meliputi Megathrust Jawa, Aceh-Andaman, dan Nias-Simelue, yang diperkirakan bisa memicu gempa berkekuatan tinggi. Seiring berjalannya waktu, pemahaman tentang perilaku dan siklus gempa menjadi krusial dalam usaha mitigasi bencana.

Heki mengungkapkan bahwa gempa berkekuatan 8 berpotensi terjadi dalam interval yang relatif pendek, sekitar 50 hingga 100 tahun. 'Kami memahami bahwa potensi gempa besar tetap menjadi perhatian serius, meskipun waktu pastinya sulit diprediksi,' ujarnya.

Peran Teknologi dalam Mitigasi Bencana

Teknologi menjadi kunci dalam mendeteksi pergerakan kerak bumi yang dapat mengakibatkan bencana. Dengan memanfaatkan Global Navigation Satellite System (GNSS), pengamatan deformasi dilakukan dalam jangka panjang.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Heki menekankan, 'Dengan kombinasi data GNSS di darat dan teknologi geodesi dasar laut, kita dapat mulai memetakan akumulasi tegangan.' Hal ini penting untuk memprediksi kemungkinan gempa besar di masa depan.

Penggunaan teknologi ini diharapkan memberikan informasi dini tentang pergeseran geologi, yang akan membantu mitigasi sebelum terjadinya bencana.

Fenomena Slow Slip Event sebagai Indikator Gempa

Salah satu fenomena yang dapat menjadi indikator sebelum terjadinya gempa besar adalah slow slip event (SSE). Menurut Heki, 'Meskipun gerakannya kecil, SSE dapat memberi petunjuk penting sebelum terjadinya gempa besar.'

Fenomena ini telah teramati di jalur Nankai dan memiliki potensi memicu gempa besar. Hal ini menunjukkan bahwa observasi terhadap SSE dapat berkontribusi pada upaya mitigasi.

Survei terbaru menunjukkan bahwa pengumpulan data tentang pergerakan geologi perlu ditingkatkan untuk beradaptasi terhadap ancaman gempa di Indonesia.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU