Kamis, 11 DESEMBER 2025 • 19:30 WIB

Kritik Terhadap Penggunaan Gajah dalam Penanganan Pascabencana di Aceh

Author

Kritik Terhadap Penggunaan Gajah dalam Penanganan Pascabencana di Aceh

Penggunaan empat ekor gajah untuk mengangkut kayu gelondongan akibat banjir di Aceh menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPR RI.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas

Banyak yang berpendapat bahwa melibatkan satwa yang dilindungi dalam kegiatan berat pascabencana tidak hanya merugikan hewan tetapi juga bertentangan dengan prinsip konservasi.

Kritikan terhadap Penggunaan Gajah

Daniel Johan, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, mengungkapkan bahwa melibatkan gajah dalam aktivitas penanganan pascabencana berisiko bagi kesehatan dan keselamatan hewan tersebut. Dia menegaskan, "Gajah adalah satwa lindung, sehingga melibatkan mereka dalam pekerjaan berat pascabencana menimbulkan risiko terhadap keselamatan satwa, serta bertentangan dengan prinsip konservasi yang menempatkan kesejahteraan hewan sebagai prioritas."

Lebih lanjut, Daniel menjelaskan bahwa pembersihan puing-puing akibat bencana seharusnya dilakukan oleh manusia dengan alat berat yang tepat, bukan oleh gajah. 'Penggunaan gajah tersebut tidak wajar', tambahnya, 'sehingga tidak dibenarkan bahwa gajah menjadi alat untuk membereskan kayu-kayu yang memiliki beban yang sangat berat.'

Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Risiko Lingkungan dan Perlindungan Gajah

Daniel juga mencatat bahwa kegiatan manusia, seperti illegal logging, telah menyebabkan kerusakan habitat gajah. Dia menekankan bahwa ketergantungan pada gajah untuk penanganan bencana menjadikan mereka sasaran eksploitasi yang tidak layak.

"Kerusakan habitat gajah dan hutan terjadi karena ulah manusia dengan adanya illegal logging/pembalakan liar," tuturnya, menggambarkan perlunya perlindungan lebih bagi gajah di tengah situasi sulit ini.

Saran untuk Penanganan Bencana

Alex Indra Lukman, Wakil Ketua Komisi IV DPR, sepakat bahwa penggunaan gajah tidak cocok untuk konteks evakuasi pascabencana. Dia mendorong agar pemanfaatan tenaga manusia dioptimalkan dalam situasi tanggap darurat, 'Tenaga manusia saja kita berdayakan untuk tanggap darurat, tetapi tentu kita harap penggunaan gajah dengan perhatikan segala aspek,' ujarnya.

Selain itu, Alex mengusulkan penambahan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan dan evakuasi daerah terkena bencana. "Tentu saja (alat berat harus ditambah)," tambahnya, menunjukkan bahwa partainya telah menyewa alat berat untuk membantu masyarakat yang terdampak longsor.

Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU