Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 14:12 WIB

Rapat Strategis Kementerian Keuangan: Kepala Bea Cukai Diberi Peringatan Keras

Author

Rapat Strategis Kementerian Keuangan: Kepala Bea Cukai Diberi Peringatan Keras

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin rapat dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta, Selasa (9/12/2025). Rapat ini dihadiri oleh Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama dan Dirjen Pajak Bimo Wijayanto.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas

Fokus utama diskusi adalah perlindungan pasar domestik dan penguatan sistem pengawasan terhadap barang ilegal, yang menjadi perhatian utama Purbaya di posisinya sebagai Menkeu.

Pentingnya Perlindungan Pasar Domestik

Dalam rapat tersebut, Purbaya menegaskan pentingnya sistem pengawasan yang terintegrasi untuk menjaga pasar domestik dari peredaran barang ilegal. "Perlindungan pasar domestik terus menjadi perhatian utama," tulis akun resmi Instagram @menkeuri.

Salah satu isu krusial yang dibahas adalah meningkatnya peredaran barang ilegal dan praktik curang dalam impor seperti underinvoicing. Purbaya menyatakan bahwa isu ini perlu ditangani serius agar tidak merugikan perekonomian domestik.

Selain itu, Purbaya menambahkan bahwa pengawasan langsung terhadap aktivitas impor dan ekspor akan dimulai pada Maret 2026. "Kebijakan ini akan diterapkan supaya para pejabat bea cukai di daerah tidak dapat meloloskan barang ilegal tanpa terdeteksi," ungkap Purbaya.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

Target Transformasi Direktorat Jenderal Bea Cukai

Purbaya menetapkan transformasi kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai sebagai fokus utama, dengan target pencapaian dalam satu tahun ke depan. Dia tidak ragu memberikan peringatan akan adanya penarikan pegawai jika kinerja tidak membaik.

"Karena kan ke Bea Cukai sudah clear, saya bilang ke mereka kalau anda enggak bisa perbaiki dalam waktu setahun, ada kemungkinan besar pegawai dirumahkan," tegas Purbaya dalam rapat kerja.

Ancaman tersebut menunjukkan ketegasan Purbaya untuk meningkatkan sistem manajemen di Bea Cukai. Jika perilaku buruk pegawai tidak berubah, ada kemungkinan DJBC akan dibubarkan dan digantikan oleh lembaga pengawasan lain.

Rencana Perbaikan Direktorat Jenderal Pajak

Selain membahas Bea Cukai, Purbaya juga mengungkapkan rencana untuk melakukan perbaikan terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak di Kementerian Keuangan. Namun, detail mengenai mekanisme perbaikan tersebut belum diungkap.

"Ancaman saya ke Bea Cukai kan serius, kalau mereka main-main kita hantam, sama juga ke pajak juga sebentar lagi akan ada perbaikan yang amat signifikan," ungkap Purbaya.

Perbaikan menyeluruh ini diyakini dapat meningkatkan akuntabilitas serta transparansi dalam pengelolaan pajak dan bea cukai di Indonesia.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU