KH Zulfa Mustofa resmi dilantik sebagai Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah rapat pleno di Hotel Sultan, Jakarta.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Dalam pernyataannya, Zulfa berkomitmen untuk menjalankan amanah ini dengan sebersih-bersihnya dan penuh keadaban sebagai santri.
Komitmen KH Zulfa Mustofa setelah Penetapan
Setelah pelantikan, KH Zulfa Mustofa menyatakan, "Saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri." Komitmen ini menunjukkan keseriusannya dalam memimpin PBNU di tengah tantangan yang ada.
Zulfa menambahkan, bahwa pengurus PBNU di bawah kepemimpinannya akan bertekad lebih solid untuk menjaga persatuan organisasi. "Bahwa kami semua bertekad, bertekad sungguh-sungguh untuk bersatu," ujarnya, menekankan pentingnya kebersamaan dalam organisasi.
Dalam pernyataan tersebut, KH Zulfa juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mencapai tujuan bersama. Sikap kooperatif ini diharapkan mampu memposisikan PBNU sebagai organisasi yang semakin relevan di masyarakat.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Konflik Internal di PBNU dan Klaim Ketidakvalidan Rapat Pleno
Sementara itu, Gus Yahya yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, mengklaim bahwa rapat pleno yang menentukannya sebagai Pj Ketum tidak sah. Ia menyatakan, "Ini sendiri kan secara aturan tidak bisa disebut Pleno," menegaskan perlunya keterlibatan jajaran Tanfidziyah dalam proses tersebut.
Gus Yahya menjelaskan bahwa pleno tidak dapat diadakan hanya oleh jajaran Syuriyah secara mandiri, "Yang mengundang hanya Syuriyah, ini ndak bisa, karena harus, pleno itu harus diundang oleh Syuriyah dan Tanfidziyah," ungkapnya dengan tegas.
Ia juga menyampaikan bahwa pleno tersebut tidak sah karena gagal melibatkan dirinya sebagai Ketua Umum yang sah. "Tidak melibatkan saya sebagai Ketua Umum yang sah," jelas Gus Yahya, menunjukkan ketidakpuasannya terhadap proses yang dijalankan.
Profil dan Harapan dari Pj Ketum PBNU
KH Zulfa Mustofa dikenal sebagai sosok yang rendah hati di tengah dunia kepemimpinan PBNU. Dalam pernyataannya, ia mengaku, "Saya bukan siapa-siapa, saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU," mengakui peran penting para kiai dalam kepemimpinannya.
Setelah terpilih, Zulfa berharap dapat menyelesaikan konflik internal yang mungkin masih ada dalam organisasi besar ini, dan terus menerus mendorong kebersamaan di kalangan pengurus dan anggotanya.
Dengan latar belakang sebagai keponakan seorang tokoh besar dalam organisasi dan negara, harapannya adalah menjadikan PBNU sebagai organisasi yang bersatu dan produktif dalam berkontribusi untuk masyarakat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: