Penelitian terbaru yang dipublikasikan di JAMA Cardiology mengungkapkan bahwa suhu rendah dapat memicu peningkatan insiden serangan jantung.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Hubungan yang erat antara cuaca dingin dan serangan jantung ini menjadi perhatian serius bagi para ahli kesehatan di seluruh dunia.
Hubungan Antara Suhu dan Serangan Jantung
Sebuah penelitian yang melibatkan analisis data kejadian serangan jantung di Swedia menunjukkan bahwa serangan jantung cenderung meningkat saat suhu berada di bawah 0 derajat Celsius.
David Erlinge, Kepala Departemen Kardiologi di Lund University, menyatakan bahwa penurunan suhu yang signifikan di bawah 0 derajat sangat terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung.
Ia menjelaskan, "Ketika suhu minimum turun dari 20 derajat ke 0 derajat, risiko serangan jantung meningkat sebesar 14 persen," memberikan gambaran jelas mengenai pentingnya suhu terhadap kesehatan jantung.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Efek Paparan Dingin Jangka Panjang
Hong Chen dari Health Canada menyoroti bahwa paparan suhu dingin tidak hanya memicu risiko jangka pendek, tetapi juga memiliki efek jangka panjang.
Ia menyebutkan bahwa paparan dingin dapat mempengaruhi kesehatan secara berkelanjutan, dengan beberapa penelitian menunjukkan dampak yang bertahan hingga dua hingga tiga minggu pasca-paparan.
Menariknya, hubungan antara suhu rendah dan serangan jantung terlihat lebih signifikan di musim yang lebih hangat, menunjukkan bahwa penurunan suhu meski kecil dapat memicu respons stres dalam tubuh.
Upaya Pencegahan untuk Meminimalisir Risiko
Ivor Benjamin, Presiden American Heart Association, menekankan perlunya peneliti lebih lanjut mengenai hubungan antara suhu dingin dan serangan jantung.
Ia mengingatkan pentingnya membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat cuaca dingin, seperti menyekop salju, yang dapat menjadi pemicu serangan jantung.
Mengecek kondisi kesehatan orang-orang terdekat, terutama yang berisiko tinggi, juga merupakan langkah penting dalam mengurangi kemungkinan insiden serangan jantung.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: