Seorang wanita asal Tangerang bernama Sulistia, menceritakan pengalamannya berjuang melawan gagal ginjal stadium 5 sejak usia 14 tahun.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Kondisi ini berawal dari diagnosa yang salah yang dianggap sebagai gangguan asam lambung, hingga harus menjalani perawatan intensif.
Awal Gejala dan Salah Diagnosis
Sulistia mulai menunjukkan gejala yang sangat mengkhawatirkan, seperti bengkak di seluruh tubuh, mual-muntah, serta sesak napas. Selama hampir dua bulan, ia bolak-balik mengunjungi berbagai klinik untuk mencari pertolongan.
Setiap kali berobat, keluhan yang disampaikan selalu dianggap sebagai gangguan asam lambung, tanpa ada pemeriksaan lebih lanjut yang memadai. Beberapa dokter bahkan sempat menduga bahwa ia mengalami flek paru.
Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana
Perawatan Intensif yang Diperlukan
Keadaan Sulistia semakin memburuk hingga ia tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke IGD di salah satu rumah sakit di Tangerang. Pada saat itu, diagnosis yang tepat baru muncul, yaitu gagal ginjal stadium 5.
Sesampainya di rumah sakit, kondisi Sulistia dinyatakan sangat kritis, sehingga ia dirawat di unit perawatan intensif selama dua minggu. Dalam keadaan koma, ia mulai menjalani cuci darah secara rutin.
Kondisi Terkini dan Kehidupan Sehari-hari
Setelah menjalani perawatan yang panjang dan melelahkan, Sulistia kini merasa relatif sehat meskipun harus membatasi jumlah cairan yang dikonsumsi. Ia mengungkapkan, 'Paling kadang sesak aja kalau minum banyak karena minumnya sudah ditakar 600 ml seharian.'
Pengalaman yang dihadapinya menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam diagnosis penyakit, terutama pada usia muda. Banyak individu menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan perawatan kesehatan yang tepat, sehingga penting untuk selalu berusaha mencari pendapat kedua jika mengalami gejala yang tidak biasa.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: