Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 13:22 WIB

Pajak Baru untuk Penggunaan Bahan Bakar Ramah Lingkungan di Singapura Mulai 2026

Author

Pajak Baru untuk Penggunaan Bahan Bakar Ramah Lingkungan di Singapura Mulai 2026

Mulai Oktober 2026, para wisatawan yang berangkat dari Singapura akan dikenakan biaya tambahan terkait penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Pajak baru ini dirancang untuk menekan emisi sektor penerbangan dan menjadikan Singapura sebagai pelopor dalam penerapan tarif yang mendukung energi berkelanjutan.

Latar Belakang Pengenalan Pajak

Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengungkapkan bahwa retribusi ini akan berlaku untuk semua penumpang, baik untuk perjalanan jarak dekat maupun lintas benua.

Kebijakan ini dianggap penting untuk mendorong industri penerbangan bertransisi menuju sumber energi yang lebih bersih.

Menurut laporan Independent, pajak ini mulai berlaku pada 1 Oktober 2026 dan berlaku pada semua tiket atau layanan yang dijual mulai 1 April 2026, termasuk pengiriman kargo dan penerbangan bisnis.

Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi

Penentuan Besaran Tarif

Format tarif pajak akan bervariasi berdasarkan jarak tempuh dan kategori kabin penumpang, yang terbagi dalam empat kelompok geografis.

Kelompok pertama mencakup Asia Tenggara, sedangkan kelompok lainnya mencakup wilayah yang lebih luas seperti Eropa, Amerika, dan kawasan Asia lainnya.

Sebagai contoh, penumpang kelas ekonomi akan membayar S$1 untuk penerbangan ke Bangkok, S$2,80 untuk Tokyo, S$6,40 ke London, dan S$10,40 untuk New York. Harga ini akan dicantumkan sebagai item baris terpisah pada tiket pesawat.

Komitmen terhadap Target Emisi

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menetapkan target emisi karbon nol bersih untuk penerbangan internasional pada tahun 2050.

Singapura berkomitmen untuk mencapai target tersebut melalui kebijakan pajak baru yang diperkenalkan.

Direktur Jenderal CAAS, Han Kok Juan, menyatakan, 'Pengenalan Retribusi SAF menandai langkah signifikan dalam upaya Singapura untuk membangun pusat udara yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.' Ia juga menambahkan, 'Kita perlu memulai, dan kita memberi waktu bagi industri, bisnis, dan publik untuk beradaptasi.'

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU