Sebanyak empat warga sipil Kamboja dilaporkan tewas akibat serangan udara militer Thailand di perbatasan, setelah ketegangan antara kedua negara kembali meningkat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Serangan tersebut terjadi pada Senin (8/12), ketika Thailand meluncurkan serangan balasan dengan jet tempur F-16 sebagai respons atas serangan roket dari Kamboja.
Latar Belakang Ketegangan di Perbatasan
Pemerintahan Kamboja dan Thailand sering terlibat dalam ketegangan di wilayah perbatasan yang dipersengketakan. Ketegangan kini meningkat setelah militer Kamboja dilaporkan menembakkan roket BM-21 ke wilayah Thailand di Ban Sai Tho 10, distrik Ban Kruat, Buri Ram.
Reaksi cepat militer Thailand berujung pada serangan udara yang menargetkan lokasi-lokasi yang dianggap sebagai basis operasi militer Kamboja, menunjukkan eskalasi konflik di area tersebut.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Dampak Serangan dan Tanggapan Militer
Laporan awal menyebutkan bahwa serangan ini juga mengakibatkan satu tentara Thailand tewas, menjadikan situasi semakin tegang di kawasan yang sudah rawan. Otoritas Provinsi Oddar Meanchey dan Preah Vihear mengkonfirmasi kematian empat warga sipil Kamboja akibat serangan udara tersebut.
Mayor Jenderal Winthai Suvaree, juru bicara Angkatan Darat Thailand, menegaskan bahwa mereka akan menggunakan segala daya untuk melindungi rakyat dan kedaulatan negara, menandakan pendekatan militer yang kian agresif.
Pengembangan Situasi di Perbatasan
Situasi di perbatasan masih tegang dengan bentrokan yang terjadi di berbagai titik, seperti Chong An Ma, Hill 677, Huai Tamalia, dan Prasat Ta Muen Thom. Militer Thailand kini memanfaatkan jet tempur untuk menyerang target yang diyakini sebagai pos komando militer Kamboja.
Penyerangan ini semakin menyoroti konflik berkepanjangan antara kedua negara, di mana isu territorial dan sejarah kerap menjadi pemicu ketegangan.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: