Senin, 08 DESEMBER 2025 • 18:57 WIB

Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatra Capai 961 Jiwa

Author

Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatra Capai 961 Jiwa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah mencapai 961 jiwa per pukul 16.00 WIB, Senin (8/12).

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menginformasikan penemuan 40 jenazah korban pada hari yang sama di beberapa wilayah terdampak.

Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Meningkat

Pada rapat terbatas yang diadakan sebelumnya, dilaporkan bahwa total korban meninggal dunia berjumlah 921 orang, sedangkan korban hilang mencapai 392 orang, dengan jumlah pengungsi di tiga provinsi mencapai 975.000 jiwa.

Muhari menjelaskan, dari hasil pencarian tim gabungan yang dipimpin Basarnas, di Aceh telah ditemukan tambahan 23 jenazah, menambah total menjadi 389 jiwa.

Di Sumatra Utara, 9 jenazah baru ditemukan, meningkat menjadi 338 jiwa, sementara di Sumatra Barat, jumlahnya meningkat dengan penemuan 8 jasad menjadi total 234 jiwa.

Upaya Pencarian dan Bantuan untuk Korban

BNPB mencatat bahwa jumlah korban hilang berkurang menjadi 293 jiwa.

Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata

Umar mengatakan, 'Tentu saja tim gabungan di lapangan akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin, seoptimal mungkin, agar jumlah korban yang saat ini masih hilang bisa kita minimalkan sedikit mungkin'.

Penanganan pengungsi juga menjadi prioritas, dengan jumlah total pengungsi per hari ini menjadi 1.057.482 jiwa.

'Ini tentu saja menjadi tugas kami di posko utama untuk tetap mengoptimalkan distribusi bantuan, bisa memenuhi kebutuhan dasar di pengungsian,' tambahnya.

Dampak Infrastruktur dan Kesehatan

BNPB melaporkan lebih dari 4.200 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Infrastruktur juga mengalami kerusakan parah, dengan 1.300 fasilitas umum rusak, 199 fasilitas kesehatan, dan 697 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.

Selain itu, data terbaru mencatat bahwa 420 rumah ibadah, 234 gedung atau kantor, dan 405 jembatan juga hancur akibat dampak bencana ini.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU