Sebuah lukisan langka karya maestro Barok, Peter Paul Rubens, berhasil terjual dalam lelang dengan harga sekitar Rp41 miliar.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Lukisan berjudul 'Crucifixion of Jesus Christ' ini sempat menghilang selama lebih dari empat abad sebelum ditemukan di sebuah rumah pribadi di Paris.
Sejarah dan Penemuan Lukisan
Lukisan 'Crucifixion of Jesus Christ' merupakan salah satu karya penting yang menampilkan penyaliban Yesus Kristus. Proses penemuannya dimulai ketika lukisan itu ditemukan di Paris, setelah 400 tahun tidak diketahui keberadaannya.
Jean-Pierre Osenat, juru lelang Osenat, menggambarkan betapa istimewanya momen tersebut. Ia menyatakan, 'Saya langsung punya firasat dan melakukan segala upaya untuk memastikan keasliannya.'
Keberadaan lukisan ini menjadi sorotan setelah autentikasinya diperkuat oleh Rubenianum, komite riset Rubens di Antwerp, Belgia, yang memastikan bahwa lukisan ini adalah karya asli maestro Barok tersebut.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Ciri Khas dan Teknik Lukisan
Pakar seni Nils Büttner menyoroti tema penyaliban yang sering diangkat Rubens dalam karya-karyanya. Namun, 'Crucifixion of Jesus Christ' adalah satu-satunya lukisan yang menggambarkan kondisi Kristus setelah wafat.
Büttner menjelaskan, 'Ini satu-satunya karya Rubens yang menunjukkan darah dan air keluar dari luka di sisi tubuh Kristus. Adegan seperti ini hanya ia lukis sekali.'
Analisis ilmiah yang dilakukan pada lukisan ini memberikan bukti tambahan mengenai teknik dan keaslian karya tersebut. Pemeriksaan mikroskopis pada lapisan cat mengungkapkan penggunaan pigmen khas yang sering digunakan oleh Rubens.
Signifikansi Karya Seni Ini
'Crucifixion of Jesus Christ' kini bukan hanya sekadar lukisan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah seni yang berharga. Karya tersebut berhasil terjual di lelang dengan harga mencapai €2,3 juta, setara Rp41 miliar dalam kurs saat ini.
Keberhasilan penjualan ini mencerminkan nilai tinggi dari karya seni yang telah lama hilang dan kini kembali ditemukan. Bukti autentik yang kuat berkontribusi pada minat dan tawaran tinggi dari para kolektor.
Dengan penjualan lukisan ini, nilai moneternya menjadi perhatian, sekaligus membawa kembali ke dalam dunia seni sebuah warisan budaya yang berharga.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: