Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan klarifikasi mengenai video yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo bukan alumni dari kampus tersebut. Pernyataan ini muncul dari asisten digital UGM, LISA, yang berbasis kecerdasan buatan.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Video tersebut menunjukkan LISA menjawab pertanyaan tentang status pendidikan Jokowi dan menyatakan bahwa ia tidak lulus dari Fakultas Kehutanan UGM. UGM menganggap informasi ini tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kebingungan.
Tujuan dan Pengembangan AI UGM
UGM menjelaskan bahwa LISA adalah hasil kolaborasi dengan PT Botika Teknologi Indonesia dan merupakan bagian dari program UGM University Services. Program ini dirancang untuk memberikan layanan terintegrasi kepada mahasiswa dan masyarakat umum.
Juru bicara UGM, I Made Andi Arsana, menyatakan bahwa LISA dibangun dengan basis data yang mencakup informasi internal UGM, meskipun masih terdapat batasan pada data pribadi. Ini memunculkan fokus pada pengembangan AI yang akurat.
Berbeda dengan produk AI komersial lainnya, LISA memiliki tujuan spesifik untuk memastikan akurasi data internal demi mendukung pertanyaan yang diajukan pengguna.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Kesalahan Informasi oleh LISA
Dalam video yang beredar, LISA menyatakan, "Joko Widodo bukan alumni Universitas Gadjah Mada. Beliau menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada pada Fakultas Kehutanan, tetapi tidak lulus dari sana."
UGM menilai informasi ini tidak akurat, mengingat pernyataan bahwa Jokowi tidak lulus bertentangan dengan fakta bahwa ia telah menyelesaikan pendidikan di UGM.
I Made Andi juga menegaskan bahwa, "Dari pemahaman kondisi teknis LISA, informasi tentang status kelulusan Joko Widodo yang disampaikan LISA tidak akurat."
Respons UGM Terhadap Informasi yang Salah
UGM melalui juru bicaranya menegaskan kembali bahwa Joko Widodo adalah alumni yang lulus dari UGM, sebagaimana ditegaskan dalam pernyataan resmi Rektor UGM.
Isu ketidakakuratan informasi yang diberikan oleh LISA telah memicu perhatian serius di kalangan pihak UGM. Ditegaskan bahwa data yang dihasilkan oleh AI harus lebih teliti dan akurat untuk menghindari kesalahpahaman.
UGM berkomitmen untuk terus mengembangkan LISA agar lebih baik dalam memberikan informasi yang valid dan menjawab pertanyaan dari publik.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: