Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 14:05 WIB

Dampak Penebangan Ilegal terhadap Risiko Banjir di Indonesia

Author

Dampak Penebangan Ilegal terhadap Risiko Banjir di Indonesia

Kegiatan penebangan ilegal di Indonesia telah menciptakan masalah serius, termasuk meningkatkan risiko banjir di berbagai daerah. Ketika hutan ditebang secara sembarangan, keseimbangan ekosistem terganggu, mengancam kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Banjir yang sering terjadi ini kerap kali berhubungan langsung dengan praktik ilegal tersebut, yang menghilangkan kemampuan serap air tanah. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai dampak penebangan liar dan hubungan eratnya dengan bencana banjir.

Pengertian dan Praktik Illegal Logging

Illegal logging atau penebangan ilegal merupakan tindakan menebang pohon tanpa izin dari pihak berwenang. Praktik ini sering kali dilakukan oleh individu atau kelompok yang mengejar keuntungan instan tanpa memperhitungkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem.

Indonesia memiliki hutan tropis yang menjadi sumber daya alam yang sangat berharga, akan tetapi, praktik illegal logging berakibat hilangnya hutan yang berfungsi vital sebagai penyangga lingkungan. Hutan tersebut berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menyerap air.

Kalimantan dan Sumatera adalah contoh daerah yang menjadi sasaran utama praktik ini. Kerusakan yang ditimbulkan mengancam biodiversitas, menciptakan kondisi di mana bencana alam, seperti banjir, semakin mungkin terjadi.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Dampak Terhadap Lingkungan

Kerusakan hutan akibat illegal logging memiliki dampak yang jauh dari sekadar merusak flora dan fauna. Fungsi hutan sebagai pengatur siklus air terganggu, membuat daerah sekitar semakin rentan terhadap risiko banjir.

Ketika pohon-pohon ditebang, tanah kehilangan struktur yang dapat menahan air. Akibatnya, hujan yang turun tidak lagi terserap dengan baik, dan air mengalir langsung ke sungai tanpa ada penyerapan, yang berujung pada banjir.

Hilangnya penutup vegetasi juga menyebabkan peningkatan sedimentasi di sungai. Dengan semakin banyaknya sedimen yang terbawa oleh air, aliran sungai menjadi lebih cepat, meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir bandang di hilir.

Kasus Banjir yang Dipicu Illegal Logging

Banjir yang melanda wilayah hulu Sungai Ciliwung adalah salah satu contoh nyata dari dampak negatif ini. Sejak adanya penebangan ilegal, intensitas banjir di kawasan tersebut meningkat setiap tahunnya, berdampak buruk pada kehidupan masyarakat.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ilegal logging di hulu sungai berkontribusi signifikan terhadap volume air yang mengalir ke hilir. Ini mengakibatkan banjir yang lebih parah setiap kali hujan deras turun.

Contoh lain terjadi di Kalimantan, di mana banjir besar kerap melanda setelah musim hujan. Penelitian menunjukkan bahwa area dengan penebangan ilegal jauh lebih rentan terhadap bencana ini dibandingkan dengan wilayah yang tetap menjaga kelestarian hutannya.

Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU