Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlihat tertidur saat rapat kabinet pada Selasa, 2 Desember 2025, menimbulkan kekhawatiran terkait kondisi kesehatannya.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Insiden ini terjadi saat para menteri menyampaikan laporan terkait pekerjaan mereka, dan juru bicara Gedung Putih memberikan pembelaan meskipun pengamatan publik menyoroti situasi tersebut.
Peristiwa Tertidur di Rapat Kabinet
Dalam rapat kabinet yang berlangsung lebih dari tiga jam, Presiden Trump berjuang untuk tetap terjaga di tengah laporan yang disampaikan para menterinya. Meskipun berusaha untuk fokus, ia tak dapat menyembunyikan rasa kantuk yang melanda.
Sebelum terlelap, Trump mengkritik media, termasuk laporan dari New York Times, yang menyebutkan kinerjanya yang dianggap semakin lambat. Ketika Menteri Perdagangan Howard Lutnick memberikan pujian terhadap kebijakan tarif impor, Trump terlihat semakin mengantuk.
Kondisi mengantuknya semakin jelas saat para menteri lainnya, seperti Scott Turner dan Brooke Rollins, bergantian menyampaikan laporan. Dalam beberapa momen, terutama saat Menteri Keuangan dan Menteri Tenaga Kerja berbicara, Trump terlihat membeku dengan mata tertutup selama beberapa detik.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Tanggapan Juru Bicara Gedung Putih
Menanggapi insiden tersebut, juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, membela Trump, mengatakan bahwa presiden sebenarnya memimpin rapat dengan seksama. Ia menekankan bahwa dalam pertemuan tersebut, 'presiden dan timnya yang luar biasa menyoroti daftar lengkap pencapaian yang telah mereka berikan atas nama rakyat Amerika.'
Namun, pengamatan terhadap perilaku Trump mengungkapkan kekhawatiran yang lebih luas mengenai kesehatan presiden. Insiden ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi, karena baru-baru ini Trump juga terlihat tertidur di pertemuan penting.
Ironisnya, selama masa kepresidenannya, Trump sering mengkritik stamina dan kesehatan lawan politiknya, Joe Biden, yang terkadang terlihat mengantuk. Kini, situasi tersebut malah terjadi pada dirinya.
Dampak Kesehatan terhadap Kepemimpinan
Serangkaian insiden yang terkait dengan kesehatan Trump ini memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap kepemimpinannya. Banyak yang berpendapat bahwa kesehatan seorang pemimpin memiliki pengaruh langsung terhadap pengambilan keputusan dan kebijakan.
Sebagai presiden yang memimpin negara di tengah tantangan global yang kompleks, penampilan dan kondisi fisik Trump dalam rapat kabinet menjadi sinyal penting mengenai kemampuannya menjalankan tugas. Tak bisa dipungkiri, kejadian ini bakal membuat masyarakat mempertanyakan kesiapan Trump sebagai pemimpin.
Meskipun juru bicara menegaskan bahwa Trump tetap fokus pada pekerjaannya, fakta bahwa ia tertidur di depan para menteri dapat menimbulkan spekulasi dan keprihatinan lebih lanjut mengenai kesehatannya dalam menghadapi tekanan peran yang berat.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: