Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, baru saja mengumumkan keberhasilan negaranya dalam pembangunan kapal selam bertenaga nuklir. Ini merupakan hasil dari perundingan mendalam dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Pengumuman ini menyusul penandatanganan perjanjian kerjasama pada November 2025 mengenai pembuatan kapal selam dengan dukungan dari pihak Amerika Serikat.
Kerjasama Strategis dengan Amerika Serikat
Perjanjian pembangunan kapal selam bertenaga nuklir ini mencerminkan meningkatnya hubungan strategis antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, terutama di tengah ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut.
Gedung Putih merilis lembar fakta yang menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memberikan dukungan dalam pembuatan kapal selam serang, termasuk penyediaan bahan bakar nuklir.
Lee Jae Myung menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil nyata dari perundingan bilateral yang intensif. Ia menekankan betapa pentingnya penguatan kemampuan pertahanan bagi Korea Selatan.
Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana
Rincian Kapal Selam dan Teknologi yang Diterapkan
Kapal selam bertenaga nuklir tersebut akan dibangun di galangan kapal di Philadelphia yang dikelola oleh Hanwha, konglomerat asal Korea Selatan.
Dalam pernyataannya, Donald Trump menjelaskan bahwa kapal selam tersebut akan menggantikan kapal selam bertenaga diesel yang lebih tua dan kurang efisien.
Kapal selam nuklir ini diharapkan memiliki kemampuan untuk beroperasi lebih lama dan lebih jauh, memberikan keunggulan strategis dalam pengintaian, terutama terhadap aktivitas Korea Utara dan China.
Posisi Korea Selatan dalam Kawasan
Saat ini, di dunia terdapat hanya enam negara yang memiliki kapal selam strategis bertenaga nuklir, yaitu Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, Prancis, dan India.
Korea Selatan memiliki sekitar 20 kapal selam, semuanya berjenis diesel yang lebih sering membutuhkan kehadiran di permukaan. Hal ini meningkatkan risiko pengintaian dari musuh.
Dengan teknologi kapal selam nuklir ini, Korea Selatan diharapkan mampu memperkuat kemampuan deteksi dan respons terhadap berbagai ancaman di perairan sekitarnya.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: