Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 13:10 WIB

Paus Leo XIV Kritik Sentimen Anti-Muslim di Eropa dan Amerika Serikat

Author

Paus Leo XIV Kritik Sentimen Anti-Muslim di Eropa dan Amerika Serikat

Dalam misa yang berlangsung di Beirut, Lebanon, pada Selasa (2/12), Paus Leo XIV mengkritik meningkatnya sentimen anti-Muslim di Eropa dan Amerika Serikat.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas

Ia menekankan pentingnya kerukunan antara umat Kristiani dan Muslim, mencontohkan integrasi harmonis yang terjadi di Lebanon.

Kritik Terhadap Sentimen Anti-Imigran

Dalam pernyataannya kepada wartawan di pesawat setelah menyelesaikan kunjungan ke Turki dan Lebanon, Paus Leo XIV menyatakan bahwa sentimen anti-Muslim seringkali berasal dari kelompok yang menolak imigrasi.

Ia mengungkapkan, "sentimen ini muncul dari orang-orang yang berusaha menutup pintu bagi mereka yang berasal dari negara, agama, atau ras yang berbeda," seperti dilaporkan oleh Alarabiya.

Paus Leo XIV, yang baru-baru ini dilantik sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik, mengingatkan bahwa ketakutan yang ditumbuhkan dalam masyarakat perlu diatasi.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Contoh Dialog Antaragama

Paus menekankan bahwa kerukunan antara umat Kristiani dan Muslim di Lebanon seharusnya menjadi contoh bagi negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Ia juga menyatakan bahwa kunjungannya memiliki tujuan untuk menunjukkan bahwa dialog dan persahabatan antara dua agama tersebut dapat terwujud.

Cerita-cerita tentang umat Kristiani dan Muslim yang saling membantu di Lebanon, menurutnya, adalah sebuah pelajaran penting, "kita seharusnya tidak terlalu takut."

Pendekatan Paus Leo XIV terhadap Nasionalisme

Sebagai mantan misionaris yang pernah tinggal dua puluh tahun di Peru, Paus Leo sering mengkritik peningkatan sentimen nasionalisme yang berkembang di Eropa dan Amerika Serikat.

Ia menyerukan penghentian "perlakuan yang tidak manusiawi" terhadap migran dan mendorong masyarakat untuk menolak cara pikir menutup diri yang dapat memperburuk kondisi sosial.

Dalam pandangannya, Gereja Katolik harus membuka batas antarbangsa serta menghapus penghalang antara kelas dan ras, demi terciptanya dunia yang penuh persahabatan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU