Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 15:14 WIB

Banjir dan Longsor di Sumatera: Korban Meningkat dan Dampak Berkelanjutan

Author

Banjir dan Longsor di Sumatera: Korban Meningkat dan Dampak Berkelanjutan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah melonjak menjadi 659 orang per 2 Desember 2025.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Selain itu, sekitar 475 orang masih dinyatakan hilang dan 2.600 orang mengalami luka-luka akibat bencana yang melanda lebih dari 50 kabupaten/kota di ketiga provinsi tersebut.

Data Korban dan Dampak Bencana

Menurut data BNPB, hingga siang hari pada 2 Desember, jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 3,2 juta jiwa. Banjir bandang dan tanah longsor ini telah menghancurkan rumah-rumah dan mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ketua Tim Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, M. Nasir, melaporkan bahwa "data sementara yang kita terima sebanyak 173 korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Aceh."

Di Sumatra Utara, data dari Pusdalops PB BPBD menunjukkan bahwa hingga pukul 08.00 WIB, jumlah korban tewas mencapai 290 orang, di mana 154 orang masih dinyatakan hilang.

Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri

Tindakan Penanggulangan dan Evakuasi

Pemerintah melalui Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh aktif melakukan upaya penanggulangan pasca-bencana. Pendataan dan evakuasi masyarakat yang berada dalam keadaan darurat terus dilakukan.

Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyatakan, "Data terbaru menunjukkan 290 orang meninggal dunia, sebanyak 538.792 warga mengalami luka-luka, sementara 135.267 orang terpaksa mengungsi ke pos-pos darurat yang tersebar di berbagai wilayah."

Bantuan kemanusiaan telah mulai diterima di daerah-daerah terisolasi, meskipun tantangan logistis masih menjadi kendala di beberapa lokasi.

Analisis dan Dampak Jangka Panjang

Banjir dan longsor yang melanda wilayah ini menunjukkan peningkatan intensitas cuaca ekstrem yang menjadi perhatian serius. Para ahli mendesak perlunya evaluasi terhadap kebijakan mitigasi bencana yang ada.

Dampak tidak hanya terbatas pada fisik, tetapi juga psikologis bagi masyarakat. Banyak warga yang merasa cemas dan tidak aman setelah mengalami peristiwa tersebut.

Oleh karena itu, dukungan psikososial harus diperkuat bersamaan dengan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah yang terdampak agar dapat berfungsi dengan optimal.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU