Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengumumkan kebutuhan mendesak akan tenaga kesehatan dan obat-obatan di lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Aceh serta Sumatera Barat.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat banyaknya korban yang memerlukan bantuan medis segera.
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Provinsi Aceh
Di Provinsi Aceh, Kementerian Kesehatan mencatat kebutuhan mendesak akan tenaga medis, termasuk tiga dokter spesialis bedah dan lima dokter spesialis penyakit dalam.
Sebanyak 15 dokter umum, 17 perawat, 12 bidan, dan enam ahli gizi juga dibutuhkan untuk membantu pemulihan para korban.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Keenam sanitarian yang terdaftar diharapkan dapat memberikan intervensi kesehatan lingkungan untuk pencegahan penyakit, yang sangat penting di situasi pengungsian.
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Sumatera Utara - Tapanuli Tengah
Di Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, laporan Kementerian Kesehatan menunjukkan kebutuhan signifikan yaitu 50 dokter umum, perawat, dan bidan.
Peningkatan jumlah tenaga kesehatan dalam bentuk sanitarian juga mendesak, dengan total 50 orang diperlukan untuk menjaga sanitasi dan kesehatan pengungsi.
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Sumatera Utara - Kota Sibolga dan Sumatera Barat
Kota Sibolga di Sumatera Utara membutuhkan lima dokter spesialis bedah dan anastesi, serta 14 dokter umum untuk situasi darurat ini.
Di Sumatera Barat, permintaan mencakup dua dokter spesialis bedah dan enam dokter penyakit dalam, serta kehadiran perawat dan ahli gizi yang diklaim penting untuk mendukung nutrisi ibu dan anak di lokasi pengungsian.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: