Presiden China Xi Jinping menegaskan sikap Beijing terhadap Taiwan dalam panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin, 24 November 2025.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Ia menekankan pentingnya pengakuan terhadap posisi Taiwan sebagai bagian integral dari kedaulatan dan sejarah China.
Peringatan Xi Jinping kepada AS
Dalam pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri China, Xi menekankan bahwa kembalinya Taiwan ke China merupakan bagian dari tatanan internasional pasca-perang.
Ia menyatakan, "Kembalinya Taiwan ke China merupakan bagian integral dari tatanan internasional pasca-perang yang dibentuk dalam perjuangan bersama AS-China melawan fasisme dan militerisme," sesuai laporan dari The Guardian.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Sejarah Taiwan dan Hubungannya dengan China
Taiwan mempunyai sejarah panjang, termasuk periode koloni Jepang yang berlangsung hampir 50 tahun sebelum akhir Perang Dunia Kedua pada 1945, saat Jepang menyerahkan Taiwan kepada Republik China.
Setelah itu, perang saudara di China menyebabkan Republik China mundur ke Taiwan, sementara Partai Komunis mendirikan pemerintahan di Beijing dan mengklaim Taiwan sebagai bagian dari kedaulatan mereka.
Isu Terkait Taiwan dan Hubungan AS-China
Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan menunjukkan keinginan untuk memisahkan diri dari China, yang memicu ketegangan dalam hubungan regional.
Xi dan Trump dalam percakapan mereka juga membahas isu-isu penting lainnya seperti Palestina dan konflik Rusia-Ukraina, serta mengonfirmasi rencana kunjungan Trump ke China pada April tahun depan.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: