Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 14:00 WIB

Kecemasan Baterai: Masalah Psikologis di Era Digital

Author

Kecemasan Baterai: Masalah Psikologis di Era Digital

Di era digital sekarang, smartphone menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, banyak orang mulai merasakan 'kecemasan baterai' yang membuat mereka terus-menerus memeriksa level daya ponsel mereka.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Fenomena ini bukan hanya ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental penggunanya. Tekanan untuk selalu terhubung dapat menambah rasa cemas di kalangan pengguna.

Apa Itu Kecemasan Baterai?

Kecemasan baterai adalah perasaan khawatir yang dialami saat level daya ponsel mulai menurun. Hal ini bisa membuat seseorang merasa tertekan, terutama jika mereka perlu melakukan panggilan atau mengakses informasi penting.

Banyak pengguna melaporkan ketidaknyamanan ketika baterai di bawah 20%. Ini berbanding terbalik dengan kenyamanan ketika smartphone terisi penuh.

Studi menunjukkan bahwa perasaan ini dapat memicu peningkatan kecemasan, khususnya bagi yang bergantung pada ponsel untuk komunikasi dan pekerjaan sehari-hari.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Dampak Kecemasan Baterai Terhadap Kesehatan Mental

Terlalu memikirkan baterai ponsel dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas. Pengguna mungkin merasakan tekanan untuk menghindari situasi di mana mereka tidak bisa mengisi ulang baterai, seperti saat bepergian.

Dilaporkan juga bahwa orang-orang yang mengalami kecemasan baterai cenderung lebih mudah merasa cemas secara umum. Gangguan perhatian ini dapat mengakibatkan stres berkepanjangan.

Menurut psikolog, ketergantungan berlebihan pada teknologi dapat memperburuk kondisi mental. Kecemasan yang berkelanjutan dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada kesehatan mental.

Cara Mengatasi Kecemasan Baterai

Ada beberapa cara untuk mengurangi kecemasan baterai. Salah satunya adalah merencanakan penggunaan ponsel agar tidak boros energi, seperti menonaktifkan aplikasi yang tidak perlu saat tidak digunakan.

Penggunaan fitur penghemat baterai juga bisa menjadi solusi. Ini membantu menjaga daya lebih lama dan mengurangi frekuensi kepanikan saat melihat indikator daya.

Yang terpenting, pengguna perlu menyadari bahwa ada kehidupan di luar smartphone. Mengurangi ketergantungan pada ponsel dapat membantu mengatasi kecemasan yang mendesak.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU