Di era digital saat ini, banyak individu merasa kehilangan minat dengan cepat, atau yang dikenal dengan istilah ilfeel. Fenomena ini semakin terlihat di kalangan remaja dan dewasa muda, menandakan adanya perubahan dalam cara kita berinteraksi dan memilih hiburan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Pertanyaannya, apakah ini tanda bahwa kita hidup dalam budaya yang lebih cepat dan terburu-buru? Mari kita telusuri beberapa faktor yang berkontribusi terhadap sikap ini dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
Perubahan Sosial dan Budaya
Salah satu faktor utama yang menjelaskan fenomena ilfeel adalah perubahan hebat dalam dunia sosial media. Dengan informasi yang selalu terupdate, orang-orang menjadi terbiasa dengan hal-hal baru dan cepat, sehingga mereka lebih mudah beralih dari satu hal ke hal lainnya.
Banyaknya pilihan yang tersedia di internet membuat orang cenderung lebih selektif dan mudah berpindah perhatian. Jika sesuatu terasa membosankan dalam waktu yang singkat, mereka tidak ragu untuk mencari alternatif yang lebih menarik.
Selain itu, media sosial menciptakan tekanan tersendiri di mana pengguna merasa perlu untuk selalu tampil 'keren' dan menghindari hal-hal yang dianggap tidak menarik. Hal ini berkontribusi terhadap sikap cepat ilfeel ketika mereka berurusan dengan konteks yang dirasa kurang relevan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Tekanan Kesehatan Mental
Dari perspektif kesehatan mental, banyak orang muda saat ini mengalami stres dan kecemasan yang lebih tinggi. Situasi ini dapat membuat mereka kurang toleran terhadap hal-hal sepele yang dianggap tidak bernilai.
Psikolog menyatakan, 'Situasi ini dapat membuat seseorang merasa tidak memiliki cukup energi mental untuk menangani hal-hal yang tidak begitu penting.' Dengan kadar stres yang lebih tinggi, kemauan seseorang untuk bersikap sabar terhadap kebosanan semakin berkurang.
Ditambah lagi, ada kecenderungan untuk menjadi lebih kritis terhadap lingkungan sekitar, sehingga individu lebih mudah merasa ilfeel saat menghadapi perilaku atau situasi yang dianggap 'norak'.
Dampak Teknologi pada Interaksi Sosial
Perkembangan teknologi juga berperan dalam menimbulkan perasaan ilfeel. Dengan banyaknya aplikasi dan platform yang ada, interaksi menjadi lebih instan dan tidak memberikan ruang bagi kebosanan.
Kebiasaan mendapatkan stimulasi yang terus menerus membuat orang kesulitan beradaptasi dengan situasi yang lebih lambat atau monoton. Ketika dihadapkan pada kondisi seperti itu, reaksi yang sering muncul adalah rasa ilfeel.
Fenomena ini dapat berakibat pada meningkatnya rasa ketidakpuasan dalam hubungan sosial, baik pertemanan maupun romantis, karena ekspektasi yang terus-menerus tinggi.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: