Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 12:36 WIB

Kesulitan Manajemen Waktu di Era Digital: Apa Sebabnya?

Author

Kesulitan Manajemen Waktu di Era Digital: Apa Sebabnya?

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, banyak orang masih bermasalah dengan manajemen waktu. Fenomena ‘tabrak jadwal’ semakin sering terjadi, membuat banyak individu merasa terjepit antara berbagai aktivitas.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos

Kenyataan ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa semakin banyak orang yang kesulitan mengatur waktu secara efektif? Beragam faktor berkontribusi pada situasi ini, memengaruhi cara orang menjalani hari-hari mereka.

Dampak Teknologi terhadap Manajemen Waktu

Teknologi memang membawa kemudahan dalam hidup, tetapi juga menimbulkan banyak distraksi. Dengan berbagai aplikasi dan media sosial, orang sering kali kehilangan fokus dan terjebak dalam kegiatan yang tidak produktif.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pengguna smartphone menghabiskan rata-rata 3,5 jam sehari hanya untuk membuka aplikasi. Keberadaan notifikasi yang muncul hampir nonstop menciptakan gangguan yang sulit dihindari.

Dengan banyaknya informasi yang tersedia, pengguna sering kali merasa terdesak untuk tetap update, sehingga mengabaikan jadwal dan tenggat waktu yang lebih penting.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas

Budaya Multitasking yang Berlebihan

Budaya multitasking telah menjadi norma dalam kehidupan modern, di mana banyak orang merasa perlu melakukan banyak hal secara bersamaan. Namun, hal ini justru sering mengakibatkan pekerjaan yang kurang maksimal dan menghambat efisiensi.

Menurut sebuah penelitian, multitasking bisa mengurangi produktivitas hingga 40%. Ini menunjukkan bahwa otak manusia tidak didesain untuk terbagi fokus antara beberapa tugas pada waktu yang bersamaan.

Banyak individu merasa bahwa mereka harus memenuhi semua tuntutan sekaligus, baik dari pekerjaan, keluarga, maupun hobi, sehingga berujung pada kelelahan dan frustasi.

Perubahan Gaya Hidup dan Harapan Sosial

Perubahan gaya hidup yang cepat telah memengaruhi cara orang memprioritaskan waktu. Kesibukan yang meningkat membawa tuntutan untuk selalu aktif, baik secara fisik maupun sosial.

Dari meningkatnya kegiatan sosial hingga tuntutan kerja yang lebih tinggi, masyarakat sering kali merasa sulit untuk menetapkan batasan atas aktivitas yang diikuti. Hal ini membuat stres mental semakin meningkat.

Dengan tingginya ekspektasi sosial, banyak orang merasa terpaksa untuk selalu tampil produktif, yang akhirnya membuat manajemen waktu menjadi lebih sulit.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU