Kementerian Kesehatan telah meluncurkan empat strategi utama untuk penanggulangan HIV di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat deteksi, pengobatan, dan pencegahan penularan virus berbahaya tersebut.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan
Peningkatan Penemuan Kasus HIV
Menurut Direktur Imunisasi dr. Prima Yosephine, strategi pertama berfokus pada peningkatan penemuan kasus HIV. Berbagai metode penyaringan akan digunakan seperti skrining di komunitas, layanan kesehatan, hingga pemeriksaan mandiri yang difasilitasi lembaga masyarakat.
Deteksi dini melalui Early Infant Diagnosis (EID) dan skrining calon pengantin juga menjadi bagian penting dari langkah ini. Penelusuran melalui notifikasi pasangan dan keluarga dari kasus indeks dianggap efektif untuk menemukan individu yang berisiko tinggi.
Selain itu, dr. Prima menyampaikan, 'Dari sini kita bisa mengetahui berapa banyak kasus yang terdeteksi, berapa yang sudah minum obat, dan seperti apa status beban virusnya.'
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Pengawasan dan Penanganan Medis
Strategi kedua menitikberatkan pada pengawasan pengobatan. Pemerintah akan memantau secara berkala potensi resistensi terhadap obat antiretroviral (ARV) dan resistensi obat untuk gonore guna memastikan efektivitas terapi bagi semua pasien.
Langkah ketiga memastikan semua kasus HIV mendapatkan penanganan sesuai standar nasional. Ini termasuk eliminasi penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak melalui layanan terpadu.
Semua pasien HIV diharapkan juga mendapatkan terapi pencegahan tuberkulosis (TBC) mengingat tingginya risiko koinfeksi. Kebijakan Pemberian Obat Multi-Bulan diharapkan dapat menjaga keberlanjutan terapi bagi pasien.
Penguatan Promosi Kesehatan
Penguatan promosi kesehatan menjadi strategi ketiga yang dinyatakan oleh dr. Prima. Edukasi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong tes dini serta memastikan pasien yang sudah terdiagnosis terus menjalani pengobatan.
'Kalau permintaan dari masyarakat tidak terbentuk, maka strategi lain tidak akan optimal,' kata dr. Prima. Kombinasi dari empat strategi ini diharapkan dapat mempercepat penurunan kasus baru di seluruh Indonesia.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: