Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 11:20 WIB

Pertemuan Kiai dan Kepemimpinan PBNU: Menyepakati Islah dan Memperkuat Persatuan

Author

Pertemuan Kiai dan Kepemimpinan PBNU: Menyepakati Islah dan Memperkuat Persatuan

Sebanyak 50 kiai dari berbagai daerah berkumpul pada malam Ahad, 23 November 2025, untuk berdiskusi dengan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, terkait konflik internal organisasi tersebut.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Pertemuan yang berlangsung di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, ini berfokus pada kesepakatan untuk mempertahankan kepemimpinan Gus Yahya dan menanggapi isu-isu yang beredar belakangan ini.

Kesepakatan Penting dalam Pertemuan

Pertemuan menghasilkan tiga kesepakatan utama yang disampaikan oleh Katib 'Aam PBNU, Ahmad Said Asrori. Pertama, ia mengusulkan pentingnya mengadakan silaturahmi yang lebih besar di antara para kiai untuk mendorong proses islah.

Kedua, Ahmad menekankan bahwa kepengurusan PBNU harus tetap berlanjut hingga selesai satu periode, menegaskan tidak ada pengunduran diri atau pemakzulan yang akan terjadi.

Ia juga menegaskan, "Jadi sekali lagi, tidak ada pengunduran dan tidak ada pemaksaan pengunduran diri. Tidak ada. Ini sekali lagi saya tegaskan, tidak ada." Hal ini menunjukkan adanya kesatuan di antara kiai terkait kepemimpinan saat ini.

Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Rapat Harian Syuriyah dan Isu Kontroversial

Pertemuan berlangsung di tengah isu yang muncul setelah Gus Yahya diusulkan untuk mundur berdasarkan hasil rapat harian Syuriyah PBNU. Dalam risalah rapat tersebut, tersirat bahwa Gus Yahya harus mundur dalam waktu tiga hari.

Risalah yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, menyebutkan adanya dugaan pelanggaran nilai Ahlussunnah wal Jamaah terkait undangan kepada narasumber berafiliasi dengan jaringan Zionisme Internasional di Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama.

Kehadiran narasumber kontroversial seperti Peter Berkowitz dalam acara tersebut menimbulkan perdebatan, khususnya terkait dukungan terhadap Israel. Ahmad menjelaskan bahwa setiap perubahan kepengurusan harus melalui prosedur sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.

Pernyataan dan Tanggapan Gus Yahya

Yahya Cholil Staquf menanggapi usulan untuk mundur dengan keinginan menyelesaikan masa khidmatnya hingga satu tahun ke depan. Ia menyatakan, "Jadi, saya mohon maaf sekali kepada masyarakat bahwa saya membuat keputusan tanpa pertimbangan yang teliti dan lengkap terkait Peter Berkowitz ini."

Ia menjelaskan bahwa kedatangan Peter Berkowitz adalah untuk membahas konsep hak asasi manusia, meskipun banyak pihak menilai tindakan itu kontroversial. Yahya menegaskan komitmennya untuk memimpin NU dan berupaya menjernihkan isu yang ada.

Dengan pernyataan tersebut, ia berharap organisasi dapat tetap solid dan melayani masyarakat dengan baik.

Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU