Minggu, 23 NOVEMBER 2025 • 21:10 WIB

Bank Indonesia Tegaskan Informasi Redenominasi Uang Kertas Baru adalah Hoaks

Author

Bank Indonesia Tegaskan Informasi Redenominasi Uang Kertas Baru adalah Hoaks

Bank Indonesia (BI) dengan tegas menanggapi beredarnya informasi mengenai uang kertas baru hasil redenominasi yang beredar di media sosial. BI memastikan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan tidak berdasar.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Sebuah unggahan di media sosial menyebutkan bahwa redenominasi rupiah akan diluncurkan pada tahun 2026, padahal BI menekankan fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi, bukan pelaksanaan redenominasi.

Penjelasan dari Bank Indonesia

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram resmi @bank_indonesia pada Minggu (23/11/2025), BI menyatakan, "Setelah ramai soal wacana redenominasi rupiah, muncul berbagai video yang menyatakan BI telah mengeluarkan rupiah versi redenominasi dan akan diluncurkan pada tahun 2026 mendatang. Dapat dipastikan informasi dalam video tersebut adalah hoax."

Bank Indonesia menekankan bahwa pelaksanaan redenominasi rupiah harus dilakukan dengan memperhatikan aspek stabilitas politik, ekonomi, dan sosial. "Pelaksanaan redenominasi tentunya harus dilakukan dengan mempertimbangkan stabilitas politik, ekonomi, sosial, serta persiapan teknis seperti hukum, logistik dan teknologi," tambah BI.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis

Proses Redenominasi yang Rumit

BI menjelaskan bahwa proses redenominasi adalah langkah yang tidak sederhana. "Informasi prosesnya pun harus dilakukan secara matang dengan koordinasi lintas lembaga untuk menghindari risiko atas hal-hal yang tidak diinginkan," jelas BI.

Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa fakta dan validasi informasi melalui saluran resmi. BI juga menekankan pentingnya kewaspadaan sebelum menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Kepentingan Stabilitas Ekonomi

Saat ini, fokus utama Bank Indonesia adalah menjaga stabilitas perekonomian nasional. BI menilai bahwa langkah-langkah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi lebih mendesak dan penting ketimbang pelaksanaan redenominasi.

BI menekankan bahwa setiap informasi yang beredar di media sosial harus ditanggapi dengan kritis dan tidak langsung dipercaya, agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU